Kamis 10 Aug 2023 21:11 WIB

Menag Sebut Kesejahteraan Penyuluh Agama Harus Diperjuangkan

Penyuluh agama dinilai sebagai 'soft power' pertahanan bangsa.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam acara gelaran Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2023 tingkat nasional di Jakarta
Foto: Dok. Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam acara gelaran Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2023 tingkat nasional di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut penyuluh agama sebagai soft power pertahanan bangsa. Ia menilai, kesejahteraan penyuluh agama harus diperjuangkan. 

"Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penyuluh agama di seluruh Indonesia. Bapak Ibu sekalian bukan hanya garda terdepan bagi layanan Kementerian Agama kepada masyarakat, tapi juga garda terdepan menjaga kerukunan NKRI," ujar katanya, saat menutup gelaran Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2023 tingkat nasional di Jakarta, mengutip keterangan tertulis, Kamis (10/8/2023).

Baca Juga

“Saya meyakini, jika Kemenhan memiliki alutsista, punya tank, rudal, sebagai alat pertahanan, maka bagi saya para penyuluh agama ini  adalah alat pertahanan yang sifatnya soft. Soft power itu sebenarnya para penyuluh agama ini," ujarnya.

Menurutnya, sebagai garda terdepan, penyuluh ini menjadi pertaruhan. Penyuluh agama ini, lanjut Gus Men, memiliki peran besar dalam menentukan arah bangsa akan seperti apa. 

“Jika penyuluh agama ini benar dalam  menyampaikan ajaran agama Islam, saya yakin orang tidak mudah diadu domba hanya karena berbeda pemahaman keagamaan,” lanjutnya.

“Dan sebaliknya, jika penyuluh agama menjadi bagian dari yang memprovokasi karena perbedaan pemahaman keagamaan, maka kita akan saksikan negara ini menjadi hancur lebur. Oleh karena itu, penyuluh agama ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan diperhatikan kesejahteraannya,” katanya.

Menag juga mengapresiasi kehadiran para kepala daerah dalam ajang Penyuluh Agama Islam Award 2023. Menurutnya, hal ini menjadi bukti kepedulian para kepala daerah tentang pentingnya arti penyuluh agama di wilayahnya. 

“Sepanjang saya jadi menteri agama, baru pertama kali acara didatangi oleh banyak sekali kepala daerah. Saya harus memberikan ucapan terima kasih secara khusus, karena ini bukti bahwa kepala daerah memiliki perhatian yang sama terhadap penyuluh agama,” katanya.

Lebih lanjut, Menag berharap perhatian yang diberikan juga mewujud dalam peningkatan kesejahteraan penyuluh agama. Hal ini juga ia tekankan kepada jajaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang merupakan lembaga pembina penyuluh agama. 

“Kepada Dirjen Bimas Islam, saya minta untuk benar-benar memperjuangkan bagaimana kesejahteraan kawan-kawan kita ini, sehingga dapat berada di posisi yang layak,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement