Selasa 21 Feb 2023 22:49 WIB

PWNU Jatim Gelar Shalawat Bersama Peringati 100 Tahun NU

100 tahun NU menginspirasi masyarakat untuk kuatkan pembangunan.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan sambutan dalam acara Simposium Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Hotel Sheraton, Surabaya, Sabtu (18/2).
Foto: Republika/Dadang Kurnia
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberikan sambutan dalam acara Simposium Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Hotel Sheraton, Surabaya, Sabtu (18/2).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar kegiatan shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bertema "Munajat 100 Tahun NU, Menyibak Isyarah Abad Kedua NU", di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Selasa (21/2/2023).

"Kegiatan ini merupakan rangkaian Peringatan 100 Tahun NU yang digelar PWNU Jatim. Momentum istimewa dalam menginjakkan aktivitas memasuki program-program abad kedua NU," kata Sekretaris Panitia Peringatan 100 Tahun NU dari PWNU Jatim, KH Robith Fuadi.

Baca Juga

Sebelum shalawat bersama di PP Sidogiri, PWNU Jatim menggelar acara Ziarah Muassis NU sebagai pijakan utama dalam meneruskan perjuangan para masyayikh.

Kegiatan yang digelar pada Kamis 16 Februari 2023 lalu menziarahi makam Hadratussyeikh K.H. M Hasyim Asy?ari, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, dan K.H. Bisri Syansuri. Kegiatan Ziarah Muassis NU akan berakhir di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

"Ziarah ke muassis sebagaimana rutinitas kita pada saat Harlah NU. Apalagi ini bertepatan dengan satu abad. Rutenya kami akan ziarah ke Mbah Wahab, Mbah Bisri, Mbah Hasyim, kemudian sekalian gabung dengan agenda PBNU di Tebuireng, yaitu Tasyakuran 1 Abad NU," kata Wakil Ketua PWNU Jatim, K.H. Abdussalam Shohib.

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang ini mengungkapkan, bahwa ziarah muassis adalah momen untuk kembali mengingat tujuan utama pendirian Nahdlatul Ulama, yang selanjutnya menjadi pijakan generasi penerus di era ini dalam berkhidmah.

"NU ini isinya para ulama bahkan auliya. Tentu sambil ziarah kita mengingat kembali motivasi apa yang membuat beliau mendirikan NU. Kemudian kita renungkan bersama sebagai pijakan utama dalam meneruskan perjuangan para muassis," ujarnya.

Pada bagian lain, Gus Salam berharap dari agenda ini para pengurus NU bisa menjaga khidmah dengan keilmuan dan sebagai wadah untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan antar ulama maupun dengan umat.

"Ini juga sebagai pengingat kita bahwa khidmah di NU harus dilakukan dengan ikhlas dengan komitmen dan tujuan utama yaitu melayani umat di semua aspek kehidupan untuk mendapatkan ridha Allah. Sehingga tidak ada tujuan lain yang sifatnya pribadi apalagi sampai mengorbankan amanah yang diemban," tuturnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement