REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Islam saat ini sudah memasuki Bulan Rajab. Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam kalender Islam yang menyimpan banyak hikmah dan makna mendalam bagi kaum mukminin.
Di tengah kesibukan kehidupan modern ini, Rajab hadir sebagai kesempatan emas untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbaiki diri, dan memupuk ketakwaan sebelum menyongsong bulan suci Ramadan.
Berikut lima hal yang diketahui tentang bulan Rajab:
1. Penanda Dimulainya Musim Spiritual Menuju Ramadhan
Rajab bukan sekadar bulan biasa. Ia merupakan pembuka fase spiritual yang akan mencapai puncaknya pada Ramadan. Menurut tradisi spiritual Islam, Rajab ibarat menanam benih: kita menabur amalan dan niat baik, kemudian menyiraminya di bulan Sya’ban dan memanen keberkahan di bulan Ramadhan.
Dengan memahami Rajab sebagai fase awal, kita dipandu untuk memulai persiapan spiritual secara bertahap dan kontemplatif.
"Jika kita menghargai keindahan Rajab, kita mungkin akan lebih mudah memasuki Ramadan," demikian dikutip dari aboutislam, Jumat (26/12/2025).
2. Larangan Perang
Dalam sejarah pra-Islam, orang Arab memuliakan Rajab dengan menyucikan waktu dan menghentikan peperangan. Ajaran Islam mempertahankan semangat itu. Perang dalam pengertian fisik memang dilarang, tetapi sekaligus mengajak umat untuk menghindari pertempuran batin seperti amarah, gengsi, dan permusuhan.
Rajab menjadi momentum bagi umat untuk menahan nafsu, meredam ego, serta mencari penyelesaian damai atas konflik pribadi.




