Kamis 05 Mar 2026 22:22 WIB

Ekspor Beras Haji ke Saudi Dinilai Perkuat Neraca Perdagangan RI

Bulog memastikan pengiriman tersebut tidak mengganggu pasokan dalam negeri.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi gudang beras Bulog
Ilustrasi gudang beras Bulog

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Pengamat pertanian dari IPB University Prima Gandhi menilai ekspor perdana 2.280 ton beras Indonesia ke Arab Saudi pada 2026 memperkuat posisi perdagangan nasional. Langkah ini menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus membuka ruang kontribusi sektor pangan terhadap neraca perdagangan.

Ia memandang capaian tersebut menandai keberlanjutan program peningkatan produksi pertanian yang dijalankan pemerintah pada era Presiden Prabowo Subianto. Kinerja produksi yang meningkat memberi ruang bagi Indonesia untuk mulai memasuki pasar ekspor tanpa mengganggu kebutuhan domestik.

Baca Juga

“Ekspor ini adalah bukti nyata swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” kata Gandhi, Kamis (5/3/2026).

Menurut dia, ekspor beras memiliki nilai strategis terhadap ketahanan pangan sekaligus keseimbangan perdagangan nasional. Produksi yang meningkat memberi peluang bagi Indonesia memperkuat peran di pasar beras internasional.

Kemajuan produksi dan pengelolaan stok beras nasional juga menjadi faktor penting. Indonesia saat ini mencatat cadangan beras dalam jumlah besar sehingga memberi ruang bagi kebijakan ekspor.

“Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Jika stok dan pasokan dalam negeri terjaga, ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” ujar Gandhi.

Sebelumnya, pemerintah juga melepas ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Pengiriman dilakukan secara bertahap hingga 31 Maret 2026.

Langkah tersebut memperkuat posisi industri perunggasan nasional yang telah mencapai swasembada ayam dan telur. Industri ini mulai memperluas pasar ke berbagai negara tujuan.

Pada Rabu (4/3/2026) Indonesia resmi mengekspor beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Pengiriman dilakukan oleh Perum Bulog dari Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta.

Langkah ini menandai fase baru pengelolaan pangan nasional. Indonesia tidak hanya menjaga ketersediaan dan stabilitas beras di dalam negeri, tetapi juga mulai memasok konsumsi jamaah haji di Tanah Suci dengan produk hasil panen petani sendiri.

photo
Infografis Lokasi Kampung Haji Indonesia di Makkah. - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement