Kamis 05 Mar 2026 19:53 WIB

Mengenal Alquran Melalui Alquran

Alquran adalah petunjuk universal untuk seluruh manusia demi mencapai ridha Illahi.

Tamu didampingi petugas mengamati mushaf kitab suci Alquran berukuran jumbo 3 X 2 meter di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2026).
Foto: ANTARAFOTO/Maulana Surya
Tamu didampingi petugas mengamati mushaf kitab suci Alquran berukuran jumbo 3 X 2 meter di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada 70 kali kata qur'an disebut di dalam Alquran. Demikian dijelaskan Muhammad Fuad Abd al-Baqi dalam Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfadh al-Quran. Kata tersebut dipergunakan dalam berbagai arti.

Menurut sebagian besar ulama, kata quran merupakan bentuk turunan (musytaq) dari kata qara'a, yang berarti 'menghimpun', 'meneliti', dan 'membaca.' Dari sini, istilah alquran diartikan sebagai 'bacaan.'

Baca Juga

Alquran menyebut dirinya sendiri dengan berbagai nama. Di antaranya, nama Alquran itu sendiri (surah al-Isra: 9). Kemudian, Alquran juga menyebut dirinya sebagai al-Kitab (surah al-Anbiya: 10), al-Furqan (surah al-Furqan: 1), adz-Dzikr (surah al-Hijr: 9), dan al-Tanzil (surah asy-Syura: 129).

Dari nama-nama ini, Alquran dan al-Kitab menjadi yang paling populer di kalangan kaum Muslimin. Kenyataan ini, menurut Manna al-Qaththan dalam buku Mabahits fi 'Ulum Alquran mengandung makna bahwa dalam menjaga dan memelihara otentisitas Alquran, umat Islam mesti memerhatikan dua aspek sekaligus, yaitu bacaan (al-qur'an) dan tulisan (al-kitab). Tak boleh mengandalkan salah satunya, tetapi harus berpegang pada keduanya secara bersamaan.

sumber : Hikmah Republika Hj Tutty Alawiyah (1942-2016)
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement