Selasa 04 Dec 2012 09:47 WIB

Mewaspadai Bahaya Nifak (1)

Rep: Hannan Putra/ Red: Chairul Akhmad
Ilustrasi
Foto: mideast.com
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, “Ada empat sifat yang barangsiapa dalam dirinya terdapat sifat-sifat tersebut ia adalah orang-orang munafik.” (Al-Hadis).

Wahai kaum Muslimin, bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa sifat nifak menurut istilah bahasa adalah sejenis tipu muslihat, yakni menampakkan kebaikan, tetapi menyimpan kejahatan dalam batin.

Menurut syariat Islam, sifat ini terbagi menjadi dua yaitu; Nifak besar, yakni seseorang menampakkan iman kepada Allah, Malaikat- malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari kiamat, tetapi batinnya mengingkari semua atau sebagian hal-hal itu.

Nifak jenis ini banyak terjadi pada masa Rasulullah SAW, kemudian turunlah beberapa ayat yang mencela dan menganggap kafir pelakunya. Dan Alquran pun memberitakan bahwa pelakunya kelak akan berada di lapisan neraka yang paling bawah.

Yang kedua adalah nifak kecil, yakni bertalian dengan masalah amaliah, bahwa seseorang menampakkan diri sebagai orang saleh, tetapi dalam batinnya mengingkari hal itu.

Nifak jenis ini pada mulanya bersumber dari hadist Abdullah Ibnu Umar RA, dari Nabi SAW yang bersabda, “Ada empat sifat yang barangsiapa dalam dirinya terdapat sifat-sifat tersebut ia adalah orang-orang munafik.”

“Dan barangsiapa dalam dirinya terdapat salah satu dari sifat-sifat tersebut, maka dalam dirinya terdapat sifat munafik, kecuali jika ia meninggalkannya. Yaitu, jika berbicara bohong, jika berjanji ingkar, jika bersengketa lalim, dan jika berikrar khianat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bohong atau dusta, adalah perbuatan yang diharamkan atas kaum Muslimin. Dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa khianat paling besar adalah, kamu berbicara sesuatu kepada saudaramu, lalu ia membenarkan pembicaraannmu, tetapi kamu dusta kepadanya.

Demikian pula janji palsu, ia termasuk pekerti nifak. Dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa hendaknya kalian hati-hati terhadap dusta, sebab dusta dapat mengakibatkan seseorang melakukan perbuatan maksiat, dan kemaksiatan dapat menyeret pelakunya ke dalam neraka.

Sifat nifak yang ketiga apabila bersengketa lalim. Yang dimaksud dengan lalim di sini ialah keluar dari rel kebenaran secara sengaja, sehingga bisa menyulap perkara hak menjadi batil yang batil menjadi hak. Sifat nifak yang keempat ialah apabila berikrar khianat, artinya tidak memenuhi ikrarnya.

* Khutbah Masjidil Haram oleh Syekh Abdullah Ibnu Muhammad Al-Khulaifi, Khatib dan Imam Masjidil Haram

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement