REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Istighfar merupakan doa permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Amalan ini sangat dianjurkan dalam ajaran Islam karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan.
Oleh karena itu, memperbanyak istighfar menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon rahmat-Nya, apalagi pada Ramadhan ini.
Dalam khazanah Islam terdapat banyak lafaz istighfar yang diajarkan, termasuk yang diamalkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW.
Dalam buku Hikayat Keajaiban Istighfar dan Shalawat Nabi karya Fuad Abdurahman dikisahkan seorang sahabat pernah datang kepada Rasulullah SAW sambil mengeluhkan dosa-dosanya dengan berkata, “Dosaku... dosaku...”
Rasulullah SAW kemudian mengajarkan sahabat tersebut untuk membaca doa istighfar berikut:
اَللَّهُمَّ مَغْفِرُتُكَ اَوْسَعُ مِنْ ذُنُوْبِيْ وَرَحْمَتُكَ اَرْجَى عِنْدِيَ مِنْ عَمَلِيْ
Allahumma maghfiratuka awsa'u min zunubi wa rahmatuka arja 'indi min 'amali
Artinya: “Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas daripada dosa-dosaku, dan rahmat-Mu lebih aku harapkan daripada amalku.”




