Jumat 06 Feb 2026 08:10 WIB

5 Penghalang Sifat Saleh

Nasihat ini disampaikan oleh sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib.

ILUSTRASI Jauhi penghalang sifat saleh
Foto: dok pixahive
ILUSTRASI Jauhi penghalang sifat saleh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa ada lima perkara yang menjadi kendala bagi manusia untuk menjadi saleh. Petuahnya dikutip oleh Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani dalam buku Nashaihul Ibad.

لَوْلَا خَمسُ خِصَالٍ لَصَارَ النَّاسُ كُلُّهُمْ صَالِحِينَ : القَنَاعَةُ

Baca Juga

بِالْجَهْلِ وَالْحِرْصُ عَلَى الدُّنْيَا وَالشَّحُ بِالْفَضْلِ وَالرِّيَا فِي العَمَلِ وَالإِعْجَابُ بِالرَّأْيِ .

Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, "Seandainya tidak ada lima perkara, niscaya semua manusia akan menjadi orang saleh. Kelimanya adalah (bahwa manusia) puas dengan kebodohannya, rakus terhadap dunia, kikir memberikan kelebihan yang ada, pamer (riya) dalam beramal, dan membangga-banggakan akalnya."

Puas dengan kebodohan

Kebodohan yang dimaksudkan disini adalah bersikap mengabaikan perlunya mengetahui ilmu-ilmu agama. Berkaitan dengan kepuasan orang yang bodoh ini, Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut.

"Allah murka terhadap setiap ilmuwan dunia, tetapi bodoh ilmu akhirat" (HR Imam Hakim).

Ad-Dailami juga meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, "Dosa orang yang alim itu satu, tetapi dosa orang yang bodoh itu terhitung dua."

Rakus terhadap dunia

Mengenai perkara ini, Nabi Muhammad SAW telah menegaskan di dalam sabdanya sebagai berikut.

"Zuhud terhadap dunia, itu akan menjadikan hati dan badan enak, sedangkan cinta kepadanya itu akan menjadikan hati dan badan lelah."

Enggan berbagi

Imam Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.

"Alangkah baiknya dunia bagi orang yang menjadikannya sebagai bekal untuk akhiratnya hingga ia diridhai Tuhannya. Alangkah jeleknya dunia bagi orang yang dihalangi olehnya dari akhiratnya dan dicegah dari ridha Tuhannya."

Riya

Pamer atau riya dalam beramal berarti melakukan suatu ibadah tanpa dilandasi keikhlasan. Dengan demikian, pengamalnya mengharapkan sesuatu selain dari ridha Allah Ta'ala.

Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW telah bersabda, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh ad-Dailami, "Orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat (nanti) adalah orang yang memberitahukan kepada orang, bahwa dalam dirinya ada kebaikan, padahal hal tersebut tidak ada (sama sekali)."

Imam Bukhari juga telah meriwayatkan dari jalan lain bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut.

"Siapapun yang pamer diri kepada orang lain tentang ketakwaan lebih dari yang ada pada dirinya, maka dia adalah orang munafik."

Abu Nu'aim juga telah meriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya sebagai berikut.

"Sesungguhnya Allah mengharamkan surga bagi semua orang yang riya."

Merasa diri paling pintar

Sifat terakhir yang menghalangi kesalehan dalam diri insan ialah membanggakan akal sendiri. Saat seseorang merasa diri paling pintar dibanding orang lain, maka ia jatuh dalam kesombongan. Ia merasa bahwa orang lain tidak pantas menasihati atau mengingatkan dirinya. "Keangkuhan intelektual" ini hanya akan menutup pintu hidayah dan kian menjerumuskan diri dalam kesesatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement