Ahad 17 May 2026 08:10 WIB

Benarkah Ayah Nabi Ibrahim Itu Azar, Si Penyembah Berhala?

Ahli tafsir dan telaah kebahasaan menunjukkan, Azar bukanlah ayah kandung Ibrahim AS.

Urfa di Turki yang dipercaya sebagai lokasi tempat pembakaran Nabi Ibrahim
Foto: wikipedia
Urfa di Turki yang dipercaya sebagai lokasi tempat pembakaran Nabi Ibrahim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran surah asy-Syu'ara ayat ke-86 menyebut doa Nabi Ibrahim AS kepada Allah. Dalam munajat itu, sang Khalilullah berharap bapaknya mendapatkan ampunan Allah sehingga tidak lagi tergolong orang-orang yang sesat.

Namun, benarkah sosok yang didoakan itu adalah bapak kandung Nabi Ibrahim AS? Untuk mendapatkan jawaban, pertama-tama kita mesti mengetahui karakteristik bahasa Arab, sebagai bahasa yang digunakan Alquran.

Baca Juga

Alquran memang menyebutkan nama subjek yang didoakan Ibrahim AS itu. Dialah Azar. Tidak seperti Ibrahim, Azar tenggelam dalam kemusyrikan.

وَاِذۡ قَالَ اِبۡرٰهِيۡمُ لِاَبِيۡهِ اٰزَرَ اَتَتَّخِذُ اَصۡنَامًا اٰلِهَةً ‌ ۚ اِنِّىۡۤ اَرٰٮكَ وَقَوۡمَكَ فِىۡ ضَلٰلٍ مُّبِيۡنٍ

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, 'Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata'" (QS al-An'am: 74).

Dalam kesempatan lain, Ibrahim AS berdoa kepada Allah.

وَاغۡفِرۡ لِاَبِىۡۤ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّآلِّيۡنَۙ‏

"Dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat" (QS asy-Syuara: 86).

Lafaz liabiyy ("ayahku") dalam ayat itu berakar dari ab. Ini tidak selalu berarti 'ayah kandung', tetapi bisa juga sebagai 'pengasuh' atau 'penanggung jawab.' Jadi, peran itu bisa diisi oleh kakek, paman, atau kerabat lainnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement