REPUBLIKA.CO.ID, SANAA— Angkatan bersenjata Yaman melakukan operasi gabungan angkatan laut, pesawat tanpa awak, dan rudal terhadap kapal induk Amerika Serikat (AS) "Truman" dan kapal-kapal perang yang mengawalnya di Laut Merah bagian utara.
Menyusul lebih dari 36 serangan udara Amerika Serikat di Sanaa, Saada, dan beberapa provinsi lainnya, yang mengakibatkan gugurnya beberapa warga sipil, angkatan bersenjata Yaman melakukan operasi angkatan laut, pesawat tak berawak, dan rudal gabungan terhadap kapal induk Amerika Serikat "Truman" dan kapal-kapal pengiringnya di Laut Merah bagian utara.
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, operasi ini berhasil dilaksanakan, dan sebagian dari serangan agresif tersebut berhasil dinetralisasi.
Penargetan ancaman di wilayah ini akan terus berlanjut, dan dukungan untuk rakyat Palestina akan tetap ada sampai agresi dan pengepungan Gaza sepenuhnya dihentikan, tambah pernyataan itu.
Sebelumnya, Brigadir Jenderal Yahya Saree menyatakan bahwa serangan tersebut, yang merupakan serangan ketiga dalam 24 jam terakhir, merupakan bagian dari operasi yang sedang berlangsung di Yaman terhadap posisi-posisi musuh.
Eskalasi ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan beberapa serangan udara di Sanaa, Saada, dan Hudaydah dalam beberapa jam terakhir, menewaskan tiga warga sipil.
Konfrontasi terbaru ini mengindikasikan adanya peningkatan tajam dalam ketegangan di Laut Merah.
BACA JUGA: Viral Perempuan Pukul Askar di Area Masjid Nabawi Madinah, Ini Tanggapan Arab Saudi
Sementara itu, Gerakan Ansarullah Yaman telah bersumpah untuk terus menyerang target-target musuh, menegaskan bahwa selama rezim Zionis mempertahankan blokade di Gaza, serangan terhadap kapal-kapal dan wilayah-wilayah yang diduduki akan terus berlanjut.
Gerakan Yaman, Ansarallah telah mengumumkan jatuhnya sebuah pesawat tanpa awak pengintai MQ-9 milik Amerika Serikat (AS), di tengah-tengah serangan udara Amerika yang terus berlanjut di ibukota Sanaa dan provinsi-provinsi lain di Yaman.
