Rabu 08 Nov 2023 18:15 WIB

Meski Anti Penjajahan Zionis Israel, Indonesia Ternyata Pernah Punya Hubungan Dagang?

Indonesia dilaporkan mempunyai hubungan dagang rahasia dengan Israel

Pengunjuk rasa menginjak bendera Israel dan foto Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat aksi bela Palestina di Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/10/2023). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada rakyat Palestina dalam menghadapi konflik.
Foto: Antara/Yudi
Pengunjuk rasa menginjak bendera Israel dan foto Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat aksi bela Palestina di Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/10/2023). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada rakyat Palestina dalam menghadapi konflik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kendati hubungan diplomatik Indonesia-Israel tidak pernah mewujud, kedua negara ini ternyata memiliki hubungan dagang, pariwisata, dan keamanan. 

Banyak hubungan ini tidak dipublikasikan secara terbuka untuk menghindari masalah dengan gerakan Islam yang gencar menyuarakan sikap anti-Zionis. 

Baca Juga

Sebuah artikel di laman the Diplomat, "The Quiet Growth in Indonesia-Israel Relations", mencatat hubungan dagang antara Indonesia dan Israel telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. 

Volume perdagangan antara Jakarta-Tel Aviv dilaporkan mencapai 400 juta-500 juta dolar AS, hampir 88 persen dari angka itu berupa ekspor Indonesia. 

Komoditas ekspor Indonesia antara lain berupa kelapa sawit, mebel, dan teknologi pertanian, sementara Israel mengekspor produk teknologi tinggi. 

Untuk memfasilitasi kemitraan, Kamar Dagang Indonesia-Israel dibentuk di Tel Aviv pada 2009. Organisasi ini merupakan anak perusahaan Kamar Dagang Israel-Asia yang bertujuan memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. 

Sebuah artikel bertajuk "Indonesia's Two Faces on Israel-Palestina" di laman Middle East Eye, menambahkan, menurut Kementerian Perdagangan Indonesia, dalam lima tahun terakhir, total perdagangan kedua negara ini meningkat sebesar 18,01 persen. Kerja sama ini sering kali dilakukan diam-diam dengan melibatkan pihak ketiga atau negara lain, seperti Singapura dan Amerika.

Hubungan Indonesia-Israel juga meluas ke sektor pariwisata. Diperkirakan, sekitar 200 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Israel setiap tahun.

Kendati secara politik tegas, Indonesia tampaknya juga tak ingin melewatkan keuntungan dari potensi hubungan komersial dengan Israel. Pada 2000, kebijakan pembatasan kemitraan dagang perusahaan swasta Indonesia dengan Israel telah dicabut lewat Surat Keputusan Nomor 26/MPP/Kep/11/2000.

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement