Rabu 26 Mar 2025 12:01 WIB

Suriah Serukan Penyelidikan Internasional Atas Kejahatan Israel

Tank-tank Israel telah menyerang Desa Koayiah dan menewaskan lima orang.

Warga setempat berdoa saat pemakaman Loay Reda al-Aqla, yang dilaporkan syahid akibat serangan drone Israel di desa Koya, barat daya Suriah, Selasa, 25 Maret 2025.
Foto: AP Photo/Malek Khattab
Warga setempat berdoa saat pemakaman Loay Reda al-Aqla, yang dilaporkan syahid akibat serangan drone Israel di desa Koya, barat daya Suriah, Selasa, 25 Maret 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT — Pemerintah Suriah meminta penyelidikan internasional terhadap serangan ke wilayahnya yang dilancarkan oleh Israel dan telah menewaskan warga sipil.

"Kami mengutuk keras serangan Israel yang terus berlanjut di wilayah Suriah dan menyerukan penyelidikan internasional terhadap kejahatan yang dilakukan Israel terhadap warga sipil," kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan pada Selasa (25/3/2025).

Baca Juga

Sebelumnya, media setempat melaporkan bahwa tank-tank Israel telah menyerang desa Koayiah di Suriah dan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai beberapa lainnya.

Kementerian itu menambahkan bahwa serangan Israel terhadap desa di Suriah merupakan kelanjutan dari agresi Israel terhadap Suriah, yang dimulai dengan intervensi pasukan Israel di provinsi Daraa dan Quneitra.

Tindakan itu dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional. Sejak pergantian kekuasaan di Damaskus awal Desember lalu, militer Israel mulai menargetkan fasilitas militer yang sebelumnya dikuasai tentara Suriah.

Gudang senjata, lapangan udara militer, dan sistem pertahanan udara di seluruh Suriah menjadi sasaran serangan besar-besaran.

Pekan lalu, serangan udara Israel mengincar landasan udara di Palmyra dan pangkalan udara T4 yang terletak di antara Palmyra dan Homs.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement