Rabu 26 Mar 2025 11:42 WIB

Konflik Internal Israel Kian Memanas, Netanyahu 'Perang' dengan Shin Bet dan Jaksa Agung

Jaksa Agung Israel mengkritik keputusan untuk memecat Ronan Bar.

Orang-orang mengambil bagian dalam protes menentang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Israel, Sabtu, 22 Maret 2025.
Foto: AP Photo/Ohad Zwigenberg
Orang-orang mengambil bagian dalam protes menentang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Israel, Sabtu, 22 Maret 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV — Krisis politik di internal Israel semakin memanas seiring perpecahan antara Pemerintahan Benjamin Netanyahu dengan otoritas keamanan dalam negeri Shin Bet. 

Pemimpin Partai Biru dan Putih Israel, Benny Gantz, dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eisenkot telah memperingatkan bahwa Israel dalam bahaya karena perpecahan internal yang semakin besar. Sementara itu, mantan Perdana Menteri Ehud Olmert menyatakan dengan kalimat yang lebih keras bahwa Israel semakin dekat dengan perang saudara.

Baca Juga

Pernyataan ini muncul di tengah upaya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memecat kepala Shin Bet Ronen Bar. Perpecahan di dalam Israel semakin dalam setelah keputusan Netanyahu untuk memecat Bar dilawan dengan pembekuan sementara keputusan tersebut oleh Mahkamah Agung.

Sementara itu, pemerintah mengajukan mosi tidak percaya secara bulat  terhadap Jaksa Agung Gali Baharav-Miara, yang telah menyebabkan meluasnya kemarahan publik.

"Memang benar bahwa ada banyak tantangan keamanan dari luar negeri, tetapi keamanan Israel terancam karena perpecahan internal," kata Gantz dalam sebuah pernyataan pada Senin. “Ketika kita mencabik-cabik rakyat dari dalam, kita memperkuat kekeraskepalaan Hamas dan memberinya harapan bahwa Hamas dapat menghancurkan kita. Masalah yang paling mendesak sekarang adalah pengembalian tentara kita yang diculik.”

“Siapa pun yang mengabaikan ini sekarang secara sadar merugikan keamanan negara. Apa yang terjadi di sini sedang meletakkan dasar bagi bencana berikutnya dan mengobarkan semangat musuh-musuh kita,” tambahnya.

Sementara itu, Eisenkot menyatakan, pada saat sebagian besar warga Israel mendukung pemulangan segera para korban penculikan dan kelanjutan perang yang menentukan melawan terorisme hingga kekalahannya, pemerintah berfokus pada perjuangan melawan para penjaga gerbang (merujuk pada kepala dinas keamanan) dan sistem peradilan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement