REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM — Lebih dari 80 ribu jamaah Palestina melaksanakan sholat Isya dan Tarawih pada Senin (3/3/2025) atau hari ketiga bulan suci Ramadhan, di halaman Masjid Al Aqsa yang diberkahi. Di tengah khusyuknya sholat, penjajah Israel menyerbu halaman masjid dan menangkap tiga jamaah dari dalam masjid yang belum diketahui identitasnya.
Departemen Wakaf Islam di al-Quds memperkirakan pada Senin (3/3) malam, menurut Kantor Berita Palestina bahwa lebih dari 80.000 jamaah melaksanakan sholat Isya dan Tarawih di halaman Masjid al Aqsa. Sebagian besar dari mereka berasal dari penduduk Kota Suci dan dari dalam wilayah setelah peristiwa Naqba 1948.
Sehubungan dengan tindakan militer ketat yang diberlakukan oleh otoritas penjajah Israel terhadap akses ke Masjid al Aqsa, mereka melarang ribuan warga Palestina dari Tepi Barat untuk mencapai Yerusalem guna menunaikan ibadah di dalam tempat suci ketiga umat Islam tersebut.
Polisi Israel telah mengerahkan pasukan tambahan di kota Yerusalem yang diduduki dan di sekitar Masjid al Aqsa bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan. Polisi penjajah menghalangi dan membatasi akses jamaah Palestina ke al Aqsa, dikutip dari halaman Yemen News Agency (SABA), Selasa (4/3/2025)
Kantor berita Palestina, Wafa, pada Senin (3/3), melaporkan lebih dari 500 pemukim Israel memaksa masuk ke dalam kompleks Masjid Al Aqsa pada hari kedua Ramadhan. Pemukim yang memasuki masjid mendapat perlindungan dari polisi Israel.
Hal tersebut terjadi ketika pasukan penjajah memperketat pembatasan akses ke kompleks masjid, sehingga membuat ribuan warga Palestina dari Tepi Barat tidak dapat mengakses Al Aqsa.
