Rabu 03 Jul 2024 22:38 WIB

Canggih, Jamaah Terpisah dari Rombongan Bisa Ditemukan dengan Kawal Haji

Aplikasi Kawal Haji terhubung dengan GPS sehingga memudahkan pencarian jamaah.

Jamaah haji Indonesia.
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jamaah haji Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyiapkan kanal khusus sebagai sarana pengaduan jamaah yang diberinama Kawal Haji. Aplikasi ini merupakan salah satu inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M.

Ketua PPIH Arab Saudi Nasrullah Jasam menjelaskan, keberadaan aplikasi yang dapat diunduh pada ponsel pintar berbasis Android tersebut membantu petugas untuk dapat merespons keluhan jamaah dengan lebih cepat. Sejauh ini aplikasi Kawal Haji menurut Nasrullah cukup efektif.

"Banyak permasalahan yang bisa diselesaikan dengan cepat, karena informasinya begitu update dan diterima langsung oleh PPIH untuk kemudian segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait,” kata Nasrullah Jasam di Jeddah, Selasa (2/7/2024).

Kawal Haji telah diunduh lebih dari 12 ribu pengguna. Sepanjang penyelenggaraan ibadah haji hingga 1 Juli 2024, terdapat 3.334 laporan yang masuk ke kanal Kawal Haji. “Lebih tiga ribu lebih laporan yang masuk dan hampir semuanya bisa segera kita selesaikan,” kata Nasrullah.

Ia mengungkapkan, untuk memantau pengaduan yang masuk melalui Kawal Haji, ada enam operator yang bekerja secara shifting selama 24 jam. Mereka bertugas untuk meneruskan setiap laporan yang masuk kepada pihak-pihak terkait.

“Misalnya jika permasalahannya seputar konsumsi, langsung diteruskan ke Kepala Bidang Konsumsi, ditindaklanjuti oleh para Kasi di masing-masing Daerah Kerja (Daker), dan selanjutnya oleh pelaksana konsumsi masing-masing sektor,” kata Nasrullah.

Keberadaan Kawal Haji juga membantu PPIH untuk lebih cepat menemukan posisi jamaah yang terpisah dari rombongan. Hal ini dimungkinkan karena Kawal Haji juga terhubung dengan fasilitas GPS (Global Positioning System).

“Fasilitas GPS ini sangat membantu, terutama untuk menemukan posisi jamaah-jamaah yang terpisah rombongan. Ke depan, kami berharap aplikasi ini dapat lebih disempurnakan dan bisa kita sosialisasikan lebih awal sehingga seluruh jamaah haji Indonesia dapat memanfaatkan aplikasi ini,” tutur Nasrullah.

Selain pengaduan, melalui aplikasi Kawal Haji, jamaah juga dapat memberikan apresiasi atas pelayanan serta kinerja petugas. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang sudah memberikan apresiasi melalui aplikasi Kawal Haji. PPIH tentu saja berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan bagi para jamaah,” tutup Nasrullah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement