Kamis 27 Jul 2023 22:07 WIB

Momentum Muharram, Kemenag Ajak Masyarakat Ciptakan Hidup Rukun dan Toleran

Identitas keagamaan tidak sepatutnya memutus tali silaturahim hubungan kemanusiaan.

Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki.
Foto: ANTARA/HO-Kemenag
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat menggali pesan kemanusiaan dan menyebarkan nilai universal dalam mengangkat martabat manusia pada momentum Muharram.

"Hal ini mengingat pentingnya menciptakan kehidupan yang rukun dan toleran, baik di internal umat Islam maupun antarumat beragama," kata Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/7/2023).

Baca Juga

Saiful menjelaskan kunci kesuksesan keputusan Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah sebagai penanda awal tahun Hijriyah adalah perkataan Nabi Muhammad kepada sahabat Abu Bakar As-Sidiq yang diabadikan dalam Surat At-Taubah ayat 40.

Menurut dia, ayat tersebut menjadi semangat perjuangan hijrah Nabi Muhammad ke Madinah, meskipun harus melintasi rintangan geografis dan ancaman fisik. "Hal ini tidak lain karena perjuangan gigih beliau ingin memerdekakan manusia dan mengangkat martabat kemanusiaan," katanya.

Ia menegaskan sudah seharusnya Surat At-Taubah ayat 40 menjadi motivasi dalam mengangkat nilai-nilai universal. "Perjuangan kita dalam memperjuangkan moderasi beragama untuk menciptakan kehidupan beragama yang rukun dan toleran pastilah akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT," katanya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyatakan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad mengandung pesan kuat tentang agama dan kemanusiaan yang diposisikan berdampingan.

"Ikatan dan identitas keagamaan tidak sepatutnya memutus tali silaturahim hubungan kemanusiaan di antara kita. Agama dan kemanusiaan bukan untuk dihadap-hadapkan apalagi dibeda-bedakan," katanya.

Menurut dia, agama justru datang untuk kemanusiaan, memanusiakan manusia dengan cara memelihara agama, jiwa, akal, dan kehormatan serta hartanya. Ia berharap peringatan dan refleksi peristiwa hijrah Nabi Muhammad dan Tahun Baru Islam ini mampu mendorong lahirnya tafsir keagamaan dan kebangsaan yang terbaik di Indonesia.

"Kita selalu ingin mengingat peristiwa itu, agar kita bisa terus bertransformasi dan merefleksikan visi keagamaan dan keislaman," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement