Senin 07 Mar 2022 13:36 WIB

Disuntik Modal Kemenag, Omzet Warjok Teh Nina Naik Dua Kali Lipat

Kemenag melalui program KUA Percontohan Ekonomi Umat memberi bantuan Rp 10 juta

Teh Nina mengaku bersemangat saat mendapatkan informasi program KUA Percontohan Ekonomi Umat yang dibuka Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag.
Foto: Kemenag
Teh Nina mengaku bersemangat saat mendapatkan informasi program KUA Percontohan Ekonomi Umat yang dibuka Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Usai menjalani akad nikah pada 2017, Nina Fitriani, membuka usaha warung. Terinspirasi dari posisinya di ujung, tepatnya di Dusun Manis RT 003/001 Desa Karamat Mulya, Kecamatan Ciawigebang, usaha yang diniatkan membantu perekonomian keluarga ini dinamai Warjok (Warung Pojok).

"Ingin membantu suami dan keluarga besar. Saat itu suami masih mencari pekerjaan," ungkap wanita yang akrab disapa Teh Nina itu, Senin (7/3/22), seperti dalam siaran persnya.

Baca Juga

Warjok Teh Nina berjalan dengan dagangan apa adanya. Keterbatasan modal membuatnya hanya menjual beberapa makanan ringan dan beberapa jenis minuman.

Sempat terpuruk, Teh Nina mengaku bersemangat saat mendapatkan informasi program KUA Percontohan Ekonomi Umat yang dibuka Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag. Ia mendapatkan informasi dari Kepala Desa Karamat Mulya.

"Langsung bersemangat dan mengajukan proposal. Alhamdulillah prosesnya mudah dan cepat. Tidak berbelit," terang wanita kelahiran Kuningan, 29 Mei 1993 ini.

Setelah bantuan cair, Teh Nina langsung menambah berbagai jenis dagangan di warung kebanggaannya. Bahkan, ia juga membuat aneka makanan rumahan yang disukai masyarakat.

"Bantuan senilai Rp 10 juta digunakan untuk membeli perabotan dagang, barang dagangan, dan berkreasi menambah barang dagang seperti cilor, es kulkul dan banyak lagi lainnya," tambahnya.

Meski usahanya sangat dipengaruhi daya beli masyarakat sekitar yang cenderung stabil, Teh Nina mengaku mengalami peningkatan omzet.

"Barang dagangannya tambah banyak sehingga pembeli bertambah. Masih naik turun, tapi ada peningkatan. Awalnya sehari omzet 100 ribu rupiah, setelah mendapatkan tambahan modal dari Kemenag, alhamdulilah sehari bisa 200 ribu rupiah," pungkasnya sumringah.

Sebagai informasi, program KUA Percontohan Ekonomi Umat merupakan dukungan terhadap Revitalisasi KUA yang merupakan program prioritas Menag Yaqut Cholil Qoumas. Pada 2021, program ini menyasar 11 KUA dengan jumlah penerima sebanyak 10 orang setiap KUA.

Pada 2022, jumlah KUA Percontohan Ekonomi Umat mengalami kenaikan menjadi 25 KUA. Para penerima program ini mendapatkan bantuan senilai 10 juta rupiah yang dipergunakan untuk modal mengembangkan usaha dan membantu masyarakat bangkit dari pandemi Covid-19.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement