Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

2 Santri Salafiyah Syafiiyah Situbondo Gratiskan Bukunya

Selasa 22 Okt 2019 06:09 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah santri mengikuti acara malam puncak peringatan hari santri 2019 Santrivesary di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/10).

Sejumlah santri mengikuti acara malam puncak peringatan hari santri 2019 Santrivesary di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/10).

Foto: Republika/Prayogi
Penggratisan buku dalam rangka Hari Santri 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO— Dua santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan membagikan secara gratis buku karya terbarunya dalam peringatan Hari Santri Nasional, yang akan diluncurkan pada Selasa (22/10).

Baca Juga

Siaran pers yang diterima Antara di Situbondo, Senin (21/10), menyebutkan buku itu ditulis oleh Rahmat Saputra yang dikenal sebagai trainer di bidang teknologi pendidikan & kewirausahaan di Indonesia dan Malaysia, serta Ummi Habibatul Islamiyah, dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat.

Kedua penulis tersebut adalah alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, bahkan Ummi Habibah menempuh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pascasarjana di Pondok Pesantren yang didirikan oleh KHR Syamsul Arifin yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Rahmat merasa bersyukur keberadaan dan peran santri yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia diakui oleh pemerintah dengan diperingatinya sebagai Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahun.

"Pengakuan ini sekaligus merevisi beberapa catatan di buku-buku sejarah nasional yang jarang menyebut peran ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia," kata penulis sejumlah buku tentang bisnis internet itu.

Dia mengaku bersyukur atas pengakuan tersebut yang diwujudkan dalam bentuk memberikan akses gratis untuk buku terbarunya yang berjudul "Selesai Kuliah dengan Mendeley, Panduan Hebat Menulis Karya Ilmiah". Buku yang dijual dengan harga Rp 70 ribu itu akan digratiskan selama tiga hari sampai dengan 25 Oktober 2019.

Sementara Ummi Habibah mengatakan, buku itu membahas tentang bagaimana menulis karya ilmiah dengan baik, cepat dan mudah menggunakan software Mendeley.

Dia mengatakan, dengan menggunakan Mendeley, bisa memiliki perpustakaan pribadi dalam bentuk virtual, mencari referensi jadi lebih mudah, dan terdapat plugins untuk membuat kutipan dan daftar pustaka otomatis. 

“Buku ini sangat cocok dibaca oleh mahasiswa, dosen dan siapa saja yang ingin menulis karya ilmiah,” katanya.

Buku ini juga mendapatkan apresiasi dari Prof A Yasid, Rektor Universitas Ibrahimy, sekaligus guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya. 

Menurut Yasid, karya ini bisa berkontribusi dalam melakukan sistematisasi penulisan referensi sehingga bisa sinkron secara otomatis antara daftar pustaka dan hal yang dirujuk. Karena itu buku ini sangat bermanfaat bagi para peneliti, penulis artikel jurnal dan mahasiswa.

Hal ini mengingat penggunaan piranti lunak (software) seperti ini masih menjadi sesuatu yang asing bagi sebagian mahasiswa dan peneliti. “Saya sangat mengapresiasi terbitnya buku ini,” kata Yasid.

Peluncuran buku tersebut akan dilakukan secara daring. Buku ini akan diluncurkan dalam format digital pada peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2019, jam 22.00 WIB.

Buku ini sudah dapat dibaca pengguna Google Play Books & Google Books di lima negara, Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Singapura. Untuk mengaksesnya cukup buka Google Play Books & Google Books dengan kata kunci "Selesai Kuliah Mendeley" atau melalui link www.rahmatsaputra.com/ok.

Menurutnya peluncuran buku itu penting dilakukan untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan Internet.  

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA