Oleh: Susiyanto*
Babad Theosofie mengungkapkan salah satu tujuan theosofi adalah “Menjaga sejumlah tindakan yang mengkhawatirkan, walaupun satu agama maupun berbeda agama, setiap ada konflik dengan pendapatnya seperti kepercayaan terhadap keajaiban yang berada di luar akal, padahal sudah diperiksa dengan teliti bahwa hal itu keliru.
Tetapi, pada akhirnya, tokoh-tokoh Theosofi sendiri terlibat konflik dan perpecahan. Perebutan kedudukan presiden Theosofi antara Dr Annie W Besant (1847-1933) dari Inggris dan William Quan Judge (1851-1896) dari Amerika telah menimbulkan adanya perseteruan antarakeduanya dan merembet pada pengikut masing-masing.
Setelah Annie Besant menjadi presiden Theosofi, loge-loge di Amerika tidak mau tunduk lagi kepada kepemimpinan Besant. Gerakan ”perlawanan” ini dimotori oleh tokoh theosofi wanita bernama Katherine Tingley, pengarang buku “Theosophy : the Path of Mistic”.
Sejarawan MC Ricklefs menggambarkan bahwa gerakan-gerakan intelektual yang bersifat anti-Islam yang sempat berkembang di Indonesia pascatahun 1900 umumnya memiliki kaitan dengan gerakan dan paham theosofi.
Ricklefs menggambarkan paham Theosofi berusaha mengkombinasikan antara budi dan buda. Budi merepresentasikan sifat intelektual dalam pemikiran ilmiah Barat. Sedangkan Buda merupakan ajaran yang berkembang sebelum masuknya Islam. (MC Ricklefs. Sejarah Modern Indonesia. Cetakan II. Diterjemahkan dari “A History of Modern Indonesia”. (Gadjah Mada Uni versity Press, Yogyakarta, 1992), hal. 196).
Secara kelembagaan, Presiden Soekarno telah melarang Theosofi pada 1961. Tetapi, gagasan lintasagama yang berusaha menyingkirkan peran agama dalam penyelesaian masalah manusia, masih terus dikampanyekan di Indonesia.
Bahkan, terkadang kampanye itu berwajah simpatik, seperti kampanye di televisi: “Mari Kita Wujudkan Indonesia tanpa Diskriminasi”.
Kampanye itu jelas keliru. Sebab, kaum Muslim selalu berdoa dalam shalatnya, agar ditunjukkan jalan yang lurus (shiratal mustaqim), dan dijauhkan dari jalan orang yang dimurkai Allah atau jalan orang yang sesat.
*Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun-Bogor




