Rabu 22 Apr 2026 18:05 WIB

276 Ribu Meter Persegi Lahan Wakaf Disertifikasi

Wakaf dinilai bukan sekadar instrumen ibadah tetapi juga instrumen pembangunan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Prof Abu Rokhmad
Foto: kemenag
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Prof Abu Rokhmad

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag)  memperkuat tata kelola wakaf nasional melalui percepatan sertifikasi tanah wakaf. Hingga April 2026, tercatat 287.162 bidang tanah wakaf telah tersertifikasi dengan total luas mencapai 276.106.802 meter persegi.

Khusus pada Triwulan I Tahun 2026, tanah wakaf tersertifikasi mencapai 1.688 bidang dengan luas 1.483.943 meter persegi. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan, capaian ini merupakan tonggak penting dalam penguatan perlindungan aset keagamaan sekaligus indikator keberhasilan kolaborasi lintas kementerian.

Baca Juga

“Ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi aset wakaf umat. Sinergi yang terbangun antara Kementerian Agama dan Kementerian ATR/BPN terbukti mampu mempercepat proses sertifikasi secara signifikan,” tegas Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurut dia, angka ratusan ribu bidang tanah wakaf yang telah tersertifikasi mencerminkan kekuatan ekonomi dan sosial yang sangat besar. Dengan luas mencapai ratusan juta meter persegi, wakaf memiliki potensi strategis untuk mendukung pembangunan nasional berbasis keumatan—mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Wakaf bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan. Data ini menunjukkan bahwa kita memiliki aset umat dalam skala sangat besar. Jika dikelola secara produktif dan profesional, wakaf dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi bangsa,”kata dia.

photo
Rumah Zakat telah menggarap 7 hektar lahan wakaf di Desa Cikadondong, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten untuk kebun kelapa aromatik (Thailand) sejak tahun 2019. Saat ini, 1.133 pohon kelapa aromatik telah ditanam, dan tak hanya itu, ada juga tanaman sereh wangi dan petai gobang. - (istimewa)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement