REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan madrasah kini memiliki ruang yang semakin besar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing. Salah satunya, ujar menag, melalui MAN Insan Cendekia serta madrasah yang masuk dalam pengembangan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
“Madrasah sekarang sudah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Yang juga penting, anak-anak madrasah tidak hanya kita persiapkan unggul secara akademik, tetapi akhlakul karimah harus tetap menjadi kekuatannya,” kata Menag saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Kamis.
Penguatan kualitas madrasah dilakukan melalui peningkatan fasilitas pembelajaran. Pada 2025, sebanyak 74 madrasah menerima manfaat program revitalisasi sarana dan prasarana.
Pada tahun yang sama, sebanyak 203 madrasah memperoleh sarana tes kemampuan akademik (TKA) dan 351 madrasah mendapatkan sarana Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Kementerian Agama menyalurkan 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah untuk mendukung proses pembelajaran.
Dukungan terhadap pendidikan juga dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan. Sepanjang 2025–2026, sebanyak 5.180.170 siswa tercatat menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), sedangkan 289.255 mahasiswa menerima manfaat KIP Kuliah.
Pada jenjang pendidikan tinggi, Menag menekankan pentingnya perguruan tinggi keagamaan meningkatkan kualitas riset dan menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita selalu mengatakan, jangan sampai kita hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan. Kita harus menjadi produsen ilmu pengetahuan,” kata dia.