Ahad 04 Oct 2026 08:41 WIB

Houthi Serang Aramco di Ibu Kota Saudi dengan Drone dan Rudal Balistik

Serangan tersebut menimbulkan kebakaran di lokasi yang ditargetkan.

Kilang minyak Aramco.
Foto: google.com
Kilang minyak Aramco.

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA — Angkatan Bersenjata Yaman yang terafiliasi dengan Houthi  mengumumkan operasi militer tingkat tinggi yang menargetkan sejumlah lokasi milik perusahaan minyak Saudi Aramco di Riyadh yang notabene ibu kota Arab Saudi. Serangan tersebut dilancarkan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone).

Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu, operasi militer ini merupakan balasan atas gempuran Arab Saudi ke Sanaa serta beberapa provinsi lain di Yaman, seperti dilaporkan Al Mayadeen, Sabtu(3/10/2026).

Baca Juga

Pihak Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan bahwa operasi yang melibatkan sejumlah rudal balistik dan drone itu berjalan sukses dan berhasil mencapai target presisi. Serangan tersebut dilaporkan mengenai sasaran secara akurat sehingga memicu kebakaran di lokasi yang ditargetkan.

Sebelumnya, saksi mata dari Reuters melaporkan adanya kepulan asap tebal dan kobaran api membubung di dekat fasilitas milik raksasa minyak Saudi Aramco di Riyadh.

Operasi balasan ini diluncurkan setelah serangan Arab Saudi ke Sanaa dan wilayah Yaman lainnya kian intensif. Angkatan Bersenjata Yaman menyebutkan sedikitnya 60 gempuran udara dan serangan rudal terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Berdasarkan catatan dalam pernyataan resmi tersebut, total serangan udara dan rudal yang dilancarkan Arab Saudi sejak dimulainya eskalasi terhadap Yaman telah mencapai 1.410 kali gempuran.

photo
Kepulan asap serta kobaran api yang membubung dari sejumlah truk di sebuah kamp pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi, menyusul dugaan serangan rudal Houthi di provinsi Hadramout, Yaman timur, pada 7 September 2026. - (Dok Houthi)

Ancam eskalasi

Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan, operasi militer Saudi yang menargetkan warga sipil di Yaman akan dibalas dengan eskalasi lebih besar serta kerugian yang sangat tinggi bagi pihak musuh.

"Harga yang harus dibayar atas pengabaian terhadap tumpahnya darah rakyat kami yang beriman akan sangat besar dan mahal. Kami akan membuat musuh yang kriminal itu menyadari bahwa terus merenggut nyawa rakyat kami harus dibayar mahal," bunyi pernyataan tersebut.

Pihak militer Yaman juga bersumpah untuk mempertahankan persamaan "blokade dibalas blokade, eskalasi dibalas eskalasi". Mereka berkomitmen untuk terus melanjutkan operasi pertahanan terhadap mobilisasi Arab Saudi hingga agresi dihentikan dan pengepungan atas Yaman sepenuhnya dicabut.

Berita Lainnya

Rekomendasi