Selasa 31 Mar 2026 07:10 WIB

Mengapa Imam Ghazali Dijuluki Hujjatul Islam?

Hujjatul Islam dapat dimaknai sebagai Pembela Islam.

Sampul depan Kitab Tahafut al-Falasifah karya Imam al-Ghazali.
Foto: Wikipedia.org
Sampul depan Kitab Tahafut al-Falasifah karya Imam al-Ghazali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Julukan "sang pembela Islam" atau Hujjatul Islam melekat pada sosok Imam Ghazali (1058-1111). Mengapa ulama dari abad ke-11 itu digelari demikian?

Salah satu alasannya adalah bahwa Imam Ghazali di sepanjang hayatnya berkhidmat untuk melindungi akidah Muslimin. Melalui ceramah-ceramah dan karya-karyanya, ia juga menjawab argumentasi-argumentasi yang datang dari para peragu Islam.

Baca Juga

Konteksnya berlangsung pada masa hidupnya, yakni abad ke-11 Masehi. Kala itu, mulai banyak ilmuwan Muslim yang terpengaruh filsafat atau pemikiran Yunani Kuno.

Mereka terpukau nama-nama besar dari masa pra-Islam, seperti Sokrates, Epicurus, Plato, Aristoteles, dan lain-lain. Sebagian di antara para terpelajar itu bahkan terang-terangan mengaku berlepas diri dari agama.

Alim yang bernama lengkap Abu Hamid Muhammad al-Ghazali itu pada mulanya juga menekuni filsafat. Namun, saat puncak kariernya di Baghdad batinnya justru gelisah. Dia merasa, akal dan pengetahuan empiris saja tak mungkin cukup untuk mencapai kebenaran hakiki. Kemudian, dia mengambil keputusan untuk meninggalkan jabatan dan berbagai kemudahan hidup di Ibu Kota, memilih jalan sebagai seorang sufi pengelana.

Dalam pengembaraannya, dia terus produktif menulis. Salah satu karyanya yang ditulis pada periode ini ialah Tahafut al-Falasifah (Kerancuan Filsafat). Isinya mengungkapkan beragam argumentasi untuk menyerang disiplin filsafat (Yunani) yang masyhur pada masanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement