Rabu 04 Mar 2026 21:01 WIB

Imam Al Ghazali Ingatkan Jangan Makan Racun yang Merusak Nilai Puasa

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Imam Ghazali
Foto: wikipedia
Imam Ghazali

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Seorang Muslim dituntut menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa serta memastikan makanan yang dikonsumsi saat berbuka benar-benar halal dan tidak berlebihan. Saat melaksanakan ibadah puasa, seorang Muslim juga harus menjaga tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya dari segala perbuatan dosa yang tercela. Umat Islam juga diharuskan menjaga perut dari segala makanan yang diharamkan maupun syubhat pada saat berbuka puasa.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin mengungkapkan bahwa tidak ada artinya (sia-sia) orang-orang yang berpuasa pada siang hari dengan meninggalkan makanan halal, akan tetapi pada saat berbuka puasa ia mengonsumsi makanan yang diharamkan, baik makanannya maupun cara mendapatkannya.

Baca Juga

Orang seperti itu, bagaikan orang yang hendak membangun sebuah istana, akan tetapi caranya dengan menghancurkan seluruh isi kota.

Ulama terkemuka bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali juga menjelaskan, dilarang (diharamkan) juga memakan makanan yang dihalalkan secara berlebihan atau rakus. Mengurangi dan menahan diri dari yang halal bukan hanya dibolehkan akan tetapi malah diwajibkan, yaitu melalui ibadah puasa.

photo
Infografis Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement