Sabtu 21 Mar 2026 13:59 WIB

Imam Bukhari, Wafat di Malam Idul Fitri

Ahli ilmu hadis ini meninggalkan wasiat sebelum wafatnya.

Makam Imam Bukhari
Foto: wiki
Makam Imam Bukhari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Bukhari. Kaum Muslimin lebih mengenalnya dengan gelar Imam Bukhari. Ulama dari abad kesembilan itu merupakan salah seorang pionir ilmu hadis.

Sesuai julukannya, ia lahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H. Bukhara merupakan suatu wilayah di tepian Sungai Jihun, kini bagian dari negara Uzbekistan. Kawasan itu memang memunculkan banyak ilmuwan Muslim. Selain Imam Bukhari, ada pula figur-figur lain yang berasal dari sana, seperti Abdul Rahim bin Ahmad al-Bukhari atau Abu Hafs al-Bukhari.

Baca Juga

Imam Bukhari dibesarkan dalam lingkungan alim ulama. Ayahnya, Ismail, merupakan seorang ulama yang saleh dan dihormati masyarakat setempat. Di rumahnya, semua anak selalu diajarkan ilmu-ilmu agama Islam dan keteladanan.

Sejak kecil, Bukhari sudah menunjukkan bakat-bakat kecerdasan. Ketajaman ingatan dan hafalannya melebihi anak-anak seusianya. Saat berumur 10 tahun, ia berguru kepada ad-Dakhili, seorang ulama ahli hadis. Tidak pernah sekalipun ia absen belajar pada gurunya itu.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Muhammad bin Abi Hatim pernah bertanya kepadanya, “Bagaimana awal perkaramu?”

Imam Bukhari pun menjawab, “Aku mendapatkan ilham untuk menghafal hadis ketika aku masih sekolah di Kuttab.”

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement