Jumat 06 Mar 2026 17:10 WIB

Imam Al Ghazali Ingatkan Jika Perut Terlalu Penuh Hilangkan Hikmah Puasa

Ramadhan tidak hanya menuntut umat Islam menahan lapar dan dahaga.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi), ilustrasi ulama
Foto: republika
Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi), ilustrasi ulama

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bulan suci Ramadhan tidak hanya menuntut umat Islam menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu, termasuk dalam hal makan saat berbuka. Ulama besar Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengingatkan agar orang yang berpuasa tidak berlebihan dalam makan, karena perut yang terlalu penuh justru dapat menghilangkan hikmah puasa dan melemahkan upaya menundukkan nafsu.

Dalam bukunya, Imam Al Ghazali mengingatkan bahwa jangan terlalu banyak makan saat berbuka puasa, sehingga perut tidak sampai kekenyangan. Sebab, tidak ada kantung yang sangat dibenci Allah SWT selain perut manusia yang terisi terlalu penuh, hingga kekenyangan.

Baca Juga

Bagaimana orang dapat mengambil hikmah puasa kalau pada saat berbuka puasa melahap makanan hingga kekenyangan. Karena membalas lapar dan hausnya di siang hari?

Padahal, tujuan puasa adalah mengosongkan perut dan memperbaiki sistem kerjanya untuk mengendalikan hawa nafsu, serta untuk meningkatkan kualitas ketakwaan.

Jika orang berpuasa dengan perut terisi penuh makanan dari pagi sampai petang, maka dorongan hawa nafsu lah yang muncul, dan ia akan dikuasai oleh ketamakan serta sikap rakus sepanjang hari.

Ulama terkemuka bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali juga mengingatkan agar Muslim yang berupasa tetap memelihara qalbu agar tetap khusyu kepada Allah SWT, melalui sikap takut dan berharap, juga dengan sabar dan doa.

photo
Infografis Jangan Lalaikan Sholat Maghrib Saat Bukber Ramadhan - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement