REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan menyimpan keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat terdahulu. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW menyebutkan lima anugerah khusus bagi umatnya saat Ramadhan, mulai dari kemuliaan orang yang berpuasa hingga ampunan pada malam-malam terakhir Ramadhan.
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Umatku telah diberikan dalam Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada umat lain sebelum mereka. Pertama, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi. Kedua, ikan-ikan di laut akan beristighfar untuk mereka sehingga mereka berbuka. Ketiga, setiap hari Allah akan menghiaskan surga-Nya dan berkata, 'Telah hampir masanya hamba-hamba-Ku yang soleh akan dilepaskan dari beban-beban dan mereka akan datang kepadamu'.
Keempat, setan-setan yang jahat dalam bulan Ramadhan dirantai dan mereka tidak akan dapat berbuat sesuatu dalam bulan Ramadhan ini seperti yang biasa diperbuat oleh mereka pada bulan yang lain. Kelima, mereka (umat Nabi Muhammad SAW) akan diampuni pada malam terakhir Ramadhan."
Rasulullah ditanya, "Adakah ia Lailatul Qadar?"
Rasulullah SAW menjawab, "Tidak! Namun seorang pekerja akan diberikan ganjarannya apabila dia telah menyelesaikan kerjanya."
Dijelaskan Syaikhul Hadith Maulana Muhammad Zakariyya Rahmatullahi 'alaih dalam buku Fadhilah Ramadhan menerangkan bahwa dalam hadits ini Rasulullah SAW telah menyatakan lima keistimewaan yang Allah kurniakan kepada umat ini, yang tidak pernah diberikan kepada siapapun yang berpuasa di kalangan umat sebelum mereka. Alangkah baiknya kalau kita dapat menghargai nikmat ini dan berusaha untuk mendapatkan karunia-karunia yang khusus ini.




