REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Al Hikam, Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari menyinggung soal fungsi sholat. Berikut pernyataan Ibnu Athaillah:
"Sholat berfungsi untuk mensucikan hati dari kotoran dan dosa, dan sebagai pembuka pintu ghaib."
Dalam penjelasan tulisan Syekh Ibnu Athaillah itu, Syekh Abdul Majid As Syarnubi al Azhari mengatakan sesungguhnya sholat yang dilakukan secara sempurna dengan memenuhi syarat dan adab-adabnya, yang mencakup khusyu dan khudu kepada Zat yang Maha Perkasa, dapat membersihkan hati dari dosa-dosa.
Allah berfirman:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ
innash-shalâta tan-hâ ‘anil-faḫsyâ'i wal-mungkar
Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. (QS: Al Ankabut: 45).
Di dalam hadits dikatakan:
عن أبي هريرة رضي الله عنه؛ أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((أرأيتُم لو أن نهرًا بباب أحدِكم يغتسلُ منه كلَّ يوم خمسَ مرات، هل يبقى مِن درنه شيءٌ؟))، قالوا: "لا يبقى مِن درنه شيء"، قال: ((فذلك مثل الصلواتِ الخمس، يَمْحُو اللهُ بهن الخطايا))
"Tahukah kalian jika ada sebuah sungai di dekat pintu, lalu salah seorang dari kalian mandi di situ lima kali dalam sehari, maka apakah akan menyisakan kotoran meski sedikit?"
Menurut Syekh Abdul Majid, sesungguhnya hati jika sudah bersih, hijab-hijab akan terangkat. Dan, dia akan dapat melihat ilmu makrifat dan rahasia-rahasia yang sebelumnya tersembunyi.




