REPUBLIKA.CO.ID,Setelah melaksanakan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan, banyak Muslim yang melaksanakan ibadah puasa Syawal. Meski mengejar kemuliaan sunah berpuasa di bulan Syawal, hukum puasa pada bulan setelah Ramadhan ini sebenarnya sunah mustahabah, bukan wajib atau fardhu.
Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal mengingat banyak keutamaan dan pahala yang besar. Tahun ini, puasa sunah Syawal bisa dilaksanakan umat Islam secara berturut-turut pada 2-7 April 2024. Waktu ini menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri setelah berpuasa di bulan Ramadhan.
Apa saja keutamaan dari puasa sunah di bulan Syawal ini?
Puasa Ramadhan yang dijalani selama sebulan lamanya menjadi berlipat-lipat lagi nilainya jika dilengkapi dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Dalam sebuah hadis dinyatakan, berpuasa enam hari setelah Idul Fitri akan menerima pahala layaknya puasa selama satu tahun.
Dari Tsauban Ra bekas budak Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda:
مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)
Artinya: “Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka seakan-akan dia berpuasa setahun penuh. Dan barang siapa berbuat satu kebajikan maka ia akan mendapat sepuluh pahala yang semisal. “ (HR Ibnu Majah dan Ahmad).
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari saat Syawal, dia seperti berpuasa setahun." (HR Muslim).