Jumat 28 Feb 2025 00:15 WIB

Adzan Subuh Berkumandang, Bolehkah Habiskan Makanan Sahur yang Tersisa?

Makan sahur merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Rep: Fuji E. Permana/ Red: Ani Nursalikah
Anak-anak menikmati makanan mereka saat sahur (ilustrasi).
Foto: AP Photo/Giovanna Dell'Orto
Anak-anak menikmati makanan mereka saat sahur (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Tentunya, umat Muslim akan menyantap makan sahur sebagai persiapan puasa. Makan sahur merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Jika sedang makan sahur tapi adzan Subuh telah berkumandang, sementara makanan masih tersisa, apakah boleh menghabiskan makanan terlebih dahulu?

Baca Juga

Terkait hal itu, Ustaz Firman Arifandi dalam buku Nanya-Nanya Seputar Ramadhan terbitan Rumah Fiqih Publishing menerangkan ada yang beranggapan saat sahur lalu terdengar adzan sementara masih ada sisa makanan maka boleh lanjut sahurnya. Mereka biasanya menggunakan hadist shahih berikut ini.

Dari Ibnu Masud Radhyalahu anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: Janganlah adzan Bilal Radhyalahu anhu mencegahmu dari makan sahur karena sesungguhnya dia adzan di akhir malam agar pulang orang-orang yang sedang sholat malam ke rumahnya untuk membangunkan keluarganya, dan agar bangun orang-orang yang sedang tidur. (HR Muttafaq Alaih)

Kemudian ada hadist lain. "Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan piring ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkannya hingga dia habiskan isinya." (HR Imam Abu Daud)

photo
Menu Sahur - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement