REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Ramadhan membawa jutaan jamaah dan umat Islam ke Masjidil Haram, menjadikan manajemen kerumunan sebagai salah satu tantangan operasional paling kompleks di tempat suci tersebut.
Pihak berwenang mengatakan sistem baru digunakan tahun ini untuk memantau dan mengelola pergerakan pengunjung di seluruh masjid dan plaza sekitarnya, dengan mengandalkan data waktu nyata dan perencanaan terkoordinasi.
Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengatakan kepada Arab News bahwa operasi selama periode puncak dikoordinasikan melalui pusat komando dan kendali teknik pusat.
Indikator kepadatan dan kecepatan arus jamaah dari seluruh kompleks masjid masuk ke sistem secara waktu nyata, memungkinkan pengawas untuk menyesuaikan rute masuk dan keluar serta menanggapi titik kemacetan saat muncul, dikutip dari Arab News, Rabu (18/3/2026)
Tim kebersihan dan darurat juga dikerahkan berdasarkan pola kerumunan yang diantisipasi daripada menunggu panggilan. Sistem terintegrasi memandu keputusan ini dengan menilai tiga faktor: kepadatan kerumunan saat ini, sensitivitas operasional suatu lokasi, dan tingkat risiko. Peta digital interaktif yang diluncurkan oleh otoritas tersebut memberikan data visual waktu nyata kepada pengawas lapangan untuk mendukung keputusan ini.




