Kamis 26 Mar 2026 17:28 WIB

Tidur Diantara Dua Sangkakala, Kala Para Mayit Menunggu di Alam Kubur

Kubur akan menjadi tempat yang lapang dan terang bagi orang beriman.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Bunga-bunga ditaburkan di atas makam yang terendam banjir di TPU Semper, Jakarta Utara, Ahad (15/2/2026). Tradisi ziarah dilakukan oleh umat muslim menjelang bulan suci Ramadhan untuk mendoakan dan membersihkan makam keluarganya. Menurut salah satu warga, kuburan keluarganya terendam sejak tahun 2023 lalu hingga saat ini. Sekitar ratusan makam di kawasan tersebut terendam akibat intensitas hujan yang tinggi, drainase yang buruk serta  permukaan tanah yang lebih rendah dari jalan raya.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Bunga-bunga ditaburkan di atas makam yang terendam banjir di TPU Semper, Jakarta Utara, Ahad (15/2/2026). Tradisi ziarah dilakukan oleh umat muslim menjelang bulan suci Ramadhan untuk mendoakan dan membersihkan makam keluarganya. Menurut salah satu warga, kuburan keluarganya terendam sejak tahun 2023 lalu hingga saat ini. Sekitar ratusan makam di kawasan tersebut terendam akibat intensitas hujan yang tinggi, drainase yang buruk serta permukaan tanah yang lebih rendah dari jalan raya.

REPUBLIKA.CO.ID, Pertanyaan tentang kehidupan setelah kematian, khususnya kondisi di alam kubur, kerap memunculkan diskusi di kalangan umat Islam. Salah satu yang sering diperdebatkan adalah apakah benar ada siksa kubur (Adzab al-qabar), serta bagaimana hal itu dipahami dalam Alquran dan hadits?

Dalam rubrik tanya jawab di laman Aboutislam, seorang penanya mengaitkan persoalan ini dengan ayat dalam Surat Ya-Sin ayat 52 yang berbunyi, “Siapakah yang membangunkan/membangkitkan kami dari tidur kami?”. Ia mempertanyakan, jika memang ada siksa kubur, mengapa orang yang telah meninggal digambarkan seperti sedang “tidur”?

Baca Juga

Menjawab hal tersebut, penulis Waleed Ahmed Najmeddine menukil pendapat ulama tafsir Ibn Katsir yang berpandangan bahwa ayat itu tidak bertentangan dengan adanya siksa kubur. Menurut dia, kondisi di alam kubur akan terasa seperti “tidur” jika dibandingkan dengan dahsyatnya peristiwa setelah kebangkitan pada Hari Kiamat. 

Pendapat serupa juga dinukil dari para ulama generasi awal (salaf) seperti Ubayy ibn Ka'b, Mujahid ibn Jabr, Al-Hasan al-Basri, dan Qatadah ibn Di'amah. Mereka menyatakan bahwa manusia mengalami fase “tidur” di antara dua tiupan sangkakala, sebelum akhirnya dibangkitkan kembali.

Dalam Tafsir Tahlili Alquran Kemenag dijelaskan, ayat 52 dalam surat Yasin tersebut menerangkan keheranan dan kekagetan orang-orang kafir ketika dibangkitkan dari kubur. Mereka dibangkitkan dari alam kubur dan menghadapi malapetaka serta kesulitan pada waktu itu.

Saat mereka heran dan tercengang, di antara orang-orang yang beriman berkata kepada mereka, “Semua yang terjadi dan yang kita alami ini sesuai dengan yang dijanjikan Allah dan disampaikan oleh para rasul yang telah diutus kepada kita semua ketika di dunia dahulu. Kita telah diberitahu akan adanya janji, ancaman, dan hari kebangkitan seperti yang kita hadapi sekarang ini. Oleh karena itu, kita tidak pantas heran dan tercengang dengan keadaan yang kita alami sekarang ini.”

photo
Penggemar dan warga mendoakan dan menabur bunga saat prosesi pemakaman mendiang penyanyi Oxavia Aldiano atau Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Ahad (8/3/2026). Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) sore dalam usia 35 tahun setelah berjuang melawan sakit kanker selama beberapa tahun terakhir. - (Republika/Thoudy Badai)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement