REPUBLIKA.CO.ID, Laporan Jurnalis Republika Muhyiddin dari Makkah, Arab Saudi
MAKKAH -- Pemerintah Arab Saudi tahun ini memperketat akses masuk ke Kota Suci Makkah untuk menjaring jamaah yang tidak memiliki tasreh. Hingga Senin (3/6/2024) hari ini, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Yusron B Ambarie melaporkan sudah ada 80 jamaah asal Indonesia yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi lantaran tidak memiliki visa resmi haji.
"Kalau yang melalui informasi yang langsung kita tangani, yang pertama 24, 19, kemudian 37 (orang) ini," ujar Yusron saat melakukan wawancara lewat Zoom, Senin (3/5/2024).
Sejak awal penangkapan, menurut dia, tim KJRI telah memberikan perlindungan dan mendampingi pemeriksaan Warna Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tersebut, termasuk 37 jamaah non visa haji yang baru ditangkap pada Sabtu (1/6/2024).
Menurut dia, 34 jamaah dari 37 orang yang tertangkap itu telah dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan Qatar Airways, Senin (3/6/2024). Mereka akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 21.30 WIB. Sementara, tiga orang lainnya yang ditengarai sebagai koordinator, yakni SJ, SY, dan MA saat ini masih berada di Madinah untuk proses hukum lebih lanjut.
"(Sebanyak) 34 jamaah dinyatakan bebas dan pagi ini telah kembali ke Indonesia dengan penerbangan Qatar Airways yangg akan tiba di Jakarta pukul 21.30 WIB," ucap Yusron.
Jamaah menyadari mereka...