Rabu 22 May 2024 21:06 WIB

Mengintip Dapur Konsumsi Jamaah Haji, Seminggu Sediakan 21 Menu Khas Nusantara

Jamaah haji Indonesia akan mendapatkan makan sebanyak 84 kali.

Boks makanan dari salah satu dapur katering yang memasok makanan untuk jamaah haji Indonesia di Makkah.
Foto: Republika/Fuji E Permana
Boks makanan dari salah satu dapur katering yang memasok makanan untuk jamaah haji Indonesia di Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhyiddin dari Makkah, Arab Saudi

 

Baca Juga

Sebanyak 10 ribu-an calon jamaah haji (Calhaj) Indonesia saat ini sudah tiba di Makkah Al Mukarramah untuk melaksanakan ibadah umrah wajib. Selama 28 hari di Makkah, jamaah Indonesia akan mendapatkan makan sebanyak 84 kali. Khusus saat mengikuti puncak haji di Armuzna, mereka akan mendapapatkan 15 kali makan. Untuk mencukupi kebutuhan konsumsi jamaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 57 dapur. Pada Rabu (22/5/2024) siang, Republika berkesempatan melihat langsung petugas konsumsi yang menyiapkan makanan di dapur yang berada di wilayah Zaidi, Kota Makkah, Arab Saudi.

Sebelum masuk dapur, para pengunjung diwajibkan untuk mengenakan masker, sarung tangan, dan penutup kepala. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar makanan jamaah tetap higienis. 

Setelah masuk dapur, tampak puluhan petugas sedang menyiapkan menu makanan yang akan dikonsumsi calon jamaah haji Indonesia. Pada hari ini, kebetulan mereka menyiapkan menu gepuk daging sapi khas Sunda. 

Kasie Konsumsi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah, Beny Darmawan mengatakan, dalam kurun waktu tujuh hari, pihaknya menyiapkan 21 menu untuk jamaah haji Indonesia. 

"Dalam seminggu ada 21 menu. Sehari kan tiga kali makan, kalau dikali tujuh berarti 21 menu," ujar Beny di sela-sela kunjungan ke Dapur Katering Jamaah Haji Indonesia di wilayah Zaidi, Makkah, Rabu (22/5/2024). 

Beny mengatakan, tim PPIH akan memastikan pelayanan konsumsi jamaah berjalan baik dan tidak ada keterlambatan. Menurut dia, juru masak pun telah mendapatkan pelatihan khusus. 

"Juru masaknya juga kita latih semua. Pelatihan tiga hari, pelatihan teori narsum dari tenaga profesional," ucap Beny.

Dia menambahkan, menu makanan juga sudah disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia. Misalnya saja saat makan pagi ada menu nasi kuning, telur, sayur dan buah. Khusus untuk lansia, menu akan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti bubur tim atau makanan yang tidak keras.

"Kita juga memprioritaskan menu untuk jamaah haji lansia. Menunya khusus, misalnya nasi lebih lembut atau nasi tim atau bubur," kata Beny.

"Harap dikonsumsi sesuai dengan jamnya sesuai yang tertera di boks. Jangan menunda-nunda makan yang telah disediakan di pemondokan," jelas dia.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement