Sabtu 06 Apr 2024 08:14 WIB

Israel Kembali Berulah Serang Jamaah Masjid Al Aqsa di Akhir Ramadhan, OKI Kutuk Keras

Israel kerap melakukan serangan terhadap jamaah Masjid Al Aqsa

Rep: Mabruroh / Red: Nashih Nashrullah
Polisi Perbatasan Israel menyaksikan jamaah Muslim berjalan ke kompleks Masjid Al-Aqsa untuk salat Jumat kedua di bulan suci Ramadhan di Kota Tua Yerusalem, Jumat, (22/3/2024).
Foto: AP
Polisi Perbatasan Israel menyaksikan jamaah Muslim berjalan ke kompleks Masjid Al-Aqsa untuk salat Jumat kedua di bulan suci Ramadhan di Kota Tua Yerusalem, Jumat, (22/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Organisasi Kerjasama Islam mengutuk keras tindakan yang dilakukan pasukan Israel karena mencegah ribuan orang memasuki Masjid Al Aqsa pada hari Jumat (5/4/2024).

OKI juga mengecam serangan gas air mata yang dilakukan Israel kepada para jamaah di lingkungan masjid Al Aqsa.

Baca Juga

“Mengecam serangan terang-terangan terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa, dengan menembakkan bom gas beracun dan gas air mata ke arah mereka di halaman masjid, yang menyebabkan cedera dan penangkapan ratusan jamaah, yang melanggar semua norma internasional, hukum dan nilai-nilai kemanusiaan,” kata OKI dalam sebuah pernyataan dilansir dari Arab News, Sabtu (6/4/2024).

Pasukan Israel mencegah ribuan orang dari Tepi Barat memasuki kota Yerusalem yang diduduki untuk sholat di masjid pada Jumat terakhir Ramadhan, Kantor Berita Yordania melaporkan.

Tentara Israel menerapkan pembatasan masuknya jamaah ke Masjid Al Aqsa, memeriksa identitas pemuda di pintu masuk Kota Tua dan pintu masjid, dan mencegah sejumlah dari mereka masuk," kata badan tersebut.

Mereka juga meninggalkan pos pemeriksaan di Qalandiya dan pos pemeriksaan Betlehem terhadap puluhan lansia yang sedang dalam perjalanan ke masjid, dengan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki izin yang diperlukan.

Pertempuran pecah di daerah Bab Al-Asbat antara tentara Israel dan warga Palestina yang sedang dalam perjalanan untuk sholat. Setidaknya tiga pria, yang namanya belum disebutkan, ditangkap.

Sementara itu pasukan Israel menembakkan gas air mata ke kerumunan ribuan jamaah di masjid setelah sholat subuh, kantor berita melaporkan. Setidaknya lima pria ditangkap.

Polisi Israel mengatakan 3.600 petugas dikerahkan di Yerusalem Timur pada hari Jumat di tengah ekspektasi bahwa puluhan ribu orang akan melakukan perjalanan ke Masjid Al Aqsa untuk berdoa pada Jumat terakhir bulan suci.

Organisasi Kerja Sama Islam meminta komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan mendesak Israel untuk menghentikan semua pelanggaran berulang terhadap kebebasan beribadah dan kesucian tempat-tempat suci di Yerusalem yang diduduki, menekankan perlunya melestarikan status sejarah dan hukum yang ada di Masjid Al Aqsa yang diberkati.

Itu juga menegaskan kembali kebutuhan untuk sepenuhnya menerapkan semua resolusi PBB untuk membantu mengakhiri agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina, dan memastikan akses bantuan kemanusiaan ke semua bagian Jalur.

  

Sumber: arabnews

photo
Rahasia Masjid Al Aqsa - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement