Rabu 28 Feb 2024 15:51 WIB

Viral Video Fiktif Tukar Pasangan, Sikap MUI, dan Pesan Nabi SAW tentang Kiamat

Video Gus Samsudin viral terkait dengan tukar pasangan

Rep: Fuji E Permana, M Fauzi Ridwan/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi tukar pasasngan. Video Gus Samsudin viral terkait dengan tukar pasangan
Foto: independent
Ilustrasi tukar pasasngan. Video Gus Samsudin viral terkait dengan tukar pasangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sebuah video Samsuddin alias Gus Samsudin yang diunggah ke akun Youtube Mbah Den (Sariden).

Dalam konten buatan Gus Samsudin itu, ditampilkan orang-orang memakai sorban di kepalanya seperti yang biasa dipakai para ulama. Ada juga wanita yang memakai hijab dan cadar dalam konten tersebut.

Baca Juga

Dalam konten tersebut, orang yang memakai sorban mengatakan kepada orang-orang (jamaahnya) bahwa bertukar pasangan atau bertukar istri itu hukumnya boleh asal suka sama suka serta tidak ada paksaan.

"Kalau senang sama senang, walau bukan suami istri, bebas. Di sini tukar pasangan juga boleh, asal suka-sama suka. Makanya di agama lain tidak ada," kata seorang yang memerankan kiai dalam konten itu. 

 

Video ini pun mendapat respons keras dari tokoh agama.  Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Akhyar, Rabu (28/2/2024), mengatakan video viral yang berisi tentang aliran yang memperbolehkan bertukar pasangan harus ditangani serius. 

Rafani menyebut hal itu bukan hanya penistaan agama. Namun, menyimpang dan merusak.

"Itu menghalalkan (tukar) pasangan terutama jamaah pengajian harus ditangani serius, kalau ada merusak bukan hanya penistaan agama tapi merusak menyimpang agama yang suci," ungkap dia.

Dia  mengaku belum mengetahui lokasi keberadaan peristiwa tersebut terjadi di Jawa Barat. Terkait pernyataan kepolisian yang menyebut bahwa konten tersebut fiktif, Rafani menilai video viral itu sudah dibaca dan dilihat oleh masyarakat.  

"Sekalipun itu konten, itu dibaca disaksikan oleh khalayak apalagi di Youtube penyebaran masif dan kita belum tahu itu konten atau apa karena belum dilakukan pelacakan," kata dia.

Dia menambahkan ...

 

sumber : Arsip Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement