Senin 22 Jan 2024 14:23 WIB

Pembangunan Masjid Baru di Ayodhya akan Dimulai Bulan Mei

Kelompok fanatik Hindu menghancurkan masjid abad ke-16 di Ayodhya.

Rep: Lintar Satria/ Red: Muhammad Hafil
Rancangan Masjid  di Dhannipur, Ayodhya, India.
Foto: Indianexpress.com
Rancangan Masjid di Dhannipur, Ayodhya, India.

REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI -- Ketika umat Hindu India bersiap membuka kuil megah untuk salah satu dewa mereka. Masyarakat minoritas muslim di negara itu berencana membangun masjid baru di kota yang sama tahun, berharap dapat membuka lembaran baru dari gesekan mematikan beberapa puluh tahun yang lalu.

Pekan ini kepala komite pembangunan Indo-Islamic Cultural Foundation (ICFF) Haji Arfat Shayikh yang mengawasi pembangunan masjid itu mengatakan pembangunan akan dimulai pada bulan Mei setelah bulan suci Ramadhan. Proses pembangunan akan memakan tiga sampai empat tahun.

Baca Juga

Kelompok fanatik Hindu menghancurkan masjid abad ke-16 di Ayodhya pada tahun 1992. Mereka mengatakan masjid itu bangun di atas kuil kuno yang menjadi tempat kelahiran Raja Dewa Rama.

Peristiwa itu memicu gerakan antar masyarakat paling parah di India dalam beberapa tahun dan memicu kerusuhan di seluruh negeri yang menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar umat Islam. Pada 2019 Mahkamah Agung India memutuskan perubuhan masjid itu ilegal tapi menyatakan bukti memperlihatkan terdapat bangunan non-Islam di bawahnya.

Pengadilan memerintahkan kelompok Hindu untuk membangun kuil di lahan tersebut. Sementara komunistas muslim diberi lahan lain untuk membangun masjid.

Kuil itu baru itu menelan biaya sekitar 180 juta dolar AS dan fase pertama akan dibuka pada Senin (22/1/2024) ini. Sementara umat muslim kesulitan menggalang dana dan harus membangun masjid di tempat terpencil sejauh 25 kilometer dari tempat awal.

"Kami belum mendekati siapa pun, tidak ada gerakan masyarakat (untuk penggalangan dana)," kata presiden ICFF Zufar Ahmad Faruqi.

Kelompok Hindu yang dekat dengan partai berkuasa Bharatiya Janata (BJP) sudah menggalang dana untuk pembangunan kuil baru tiga dekade lalu dan sudah mengumpulkan lebih dari 360 juta dolar AS dari 40 juta rakyat India.

Sekretaris ICFF Athar Hussain mengatakan pembangunan masjid juga tertunda karena banyak elemen tradisional pada bangunannya. Rumah sakit dengan 500 ranjang juga rencana dibangun di kompleks masjid.

Shayikh mengatakan beberapa pekan ke depan kemungkinan mereka akan meluncurkan penggalangan dana di internet.

Masjid itu akan dinamakan "Masjid Muhammed bin Abdullah" yang diambil dari nama Nabi Muhammad SAW. Tidak lagi menggunakan nama Masjid Babri yang diambil dari nama Kaisar Babur yang mendirikan masjid awal di masa Kekaisara Mughal.

“Upaya kami adalah mengakhiri dan mengubah permusuhan, kebencian antar manusia menjadi cinta satu sama lain… terlepas dari apakah Anda menerima keputusan Mahkamah Agung atau tidak,” kata Shayikh.

“Semua pertengkaran ini akan berhenti jika kita mengajarkan hal-hal baik kepada anak-anak dan masyarakat kita.” tambahnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement