Ahad 26 Nov 2023 22:38 WIB

Ma'ruf Amin Ajak Muslim di Slovakia Gaungkan Islam Moderat

Moderasi beragama menjadi cara pandang yang tepat untuk diterapkan dalam kehidupan.

Wakil Presiden KH Maruf Amin saat bertemu dengan Uskup Agung Yunani Ieronymos II membawa misi perdamaian di sela kunjungan kerja ke Yunani, Kamis (23/11/2023).
Foto: Republika/ Fauziah Mursid
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat bertemu dengan Uskup Agung Yunani Ieronymos II membawa misi perdamaian di sela kunjungan kerja ke Yunani, Kamis (23/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BRATISLAVA -- Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengajak seluruh komunitas muslim di Slovakia untuk dapat menggaungkan Islam yang moderat dan toleran di Benua Eropa.

“Saya mengajak seluruh komunitas muslim di Slovakia untuk terus mempromosikan Islam yang moderat dan toleran di benua Eropa,” ujar Wapres Ma’ruf saat bertemu Yayasan Islam Slovakia di Bratislava, Slovakia, Ahad (26/11/2023).

Baca Juga

Menurut Ma’ruf, moderasi beragama menjadi cara pandang yang tepat untuk diterapkan dalam kehidupan beragama untuk membangun kemaslahatan di dalam masyarakat, tanpa mengesampingkan ajaran-ajaran agama.

“Moderasi beragama menjadi pilihan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, tanpa bersifat reduktif dan abai terhadap ajaran agama,” kata Ma’ruf.

 

Ma’ruf juga mendorong pentingnya penerapan moderasi beragama yang beradaptasi dengan kearifan lokal dan keberagaman.

“Moderasi mesti dicerminkan dalam perilaku beragama yang akomodatif terhadap kearifan lokal, dan konteks keberagaman yang majemuk, serta perkembangan zaman yang dinamis dan berubah sangat cepat,” kata Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, moderasi beragama juga menjadi kunci untuk merekatkan semangat beragama dengan komitmen dalam berbangsa.

Selain itu, kata Ma’ruf, moderasi beragama juga penting untuk perwujudan inklusivitas dan penerapannya dalam kehidupan antarumat beragama.

“Pentingnya ekspresi keagamaan inklusif dan moderat, misalnya melalui dialog antaragama dan antarbudaya bagi toleransi antarpemeluk agama, menghormati kebebasan beragama, serta meneguhkan etika sosial dan nilai universal dalam pencegahan potensi konflik lintas agama,” kata Ma’ruf.

Selain itu, Ma'ruf Amin menceritakan kepada Yayasan Islam Slovakia bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat plural. Indonesia mempunyai beragam agama dan etnis, serta menerapkan prinsip warga negara berkedudukan setara dan patuh atas hukum yang berlaku.

"Kami juga memiliki semboyan kehidupan kebangsaan Bhineka Tunggal Ika serta ideologi dan dasar negara Pancasila," kata Ma’ruf.

Hadir dalam pertemuan itu Direktur Yayasan Islam Slovakia Mohamad Safwan Hasna, Pemilik Elezi SRO MUDR Kemal Elezi, Eksekutif Dahleh Abdelkarim Aldahleh, Dosen Universitas Slovakia Doc. Artan Quneti, Pejabat Yayasan Islam Slovakia Maroš Žofčin, perwakilan pengusaha bidang konstruksi Ivan Belus, dan perwakilan pakar Ilmu Politik Universitas Ss. Cyril dan Methodius di Trnava Jozef Lenc.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah M. Imam Azis, Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas, Staf Khusus Wapres Zumrotul Mukaffa, serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachma dan Iggi Haruman Achsien.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement