Ahad 26 Nov 2023 09:37 WIB

Danone Indonesia Salurkan Infak untuk Palestina Rp 500 Juta Melalui Baznas RI

Baznas RI bekerja sama dengan lembaga filantropi yang sudah terpercaya di Palestina.

Danone Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina Rp 500 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.
Foto: Baznas
Danone Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina Rp 500 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Danone Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina Rp 500 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.

Penyaluran infak kemanusiaan diserahkan langsung oleh Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo bersama Ketua Karyawan Islam Danone Indonesia, Harsa Ferdiyan, dan diterima Wakil Ketua Baznas RI, Mo Mahdum di Gedung Baznas RI, Jakarta, Jumat (24/11/2023) lalu.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Baznas RI, Mo Mahdum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danone Indonesia yang telah mempercayakan penyaluran infak untuk Palestina melalui Baznas.

"Alhamdulillah masyarakat sangat percaya pada Baznas dan kami akan menjaga kepercayaan dari masyarakat. Kami mohon doa untuk penyaluran amanah ini, karena ternyata tidak gampang. Ini sebuah amanah yang jelas-jelas harus sampai ke Gaza Palestina," kata Mo Mahdum.

 

Mo Mahdum mengatakan, untuk memastikan kepercayaan masyarakat, Baznas menyalurkan bantuan ke Palestina dalam tiga cara. Pertama, Baznas bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. 

"Kedua, kita menyalurkan langsung ke Palestina melalui Rafah di Mesir. Kami bekerja sama dengan tiga lembaga filatropi di Mesir untuk menyalurkan bantuan ke Palestina. Kenapa lewat Mesir? Karena sampai sekarang hanya Rafah di Mesir yang bisa diakses," ujarnya.

Meski demikian, Mo Mahdum menyatakan, kerja sama dengan tiga lembaga Mesir untuk pengiriman bantuan melalui Rafah juga tidak mudah. Katanya, otoritas di Rafah melakukan pengecekan barang-barang yang masuk sampai 11 kali pengecekan.

"Penjagaannya ketat sekali, barang yang masuk dicek berkali-kali. Pak Ketua bersama pimpinan Baznas RI saat ini sedang di Mesir untuk melihat langsung barang yang dibeli, bagaimana packingnya, bagaimana dikirim, dan bagaimana pengecekannya," katanya.

Mo Mahdum menambahkan, ketiga, Baznas RI bekerja sama dengan lembaga filantropi yang sudah terpercaya di Palestina. 

"InsyaAllah kita akan sampaikan secara periodik hasil dari penyaluran bantuan ke Palestina. Bahkan kita juga punya posko di Mesir dekat dengan Gaza Palestina," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyampaikan terima kasih kepada Baznas karena memfasilitasi pengiriman bantuan ke Palestina.

"Danone Indonesia menyerahkan infak kepada saudara-saudara kami yang ada di Gaza Palestina melalui Baznas untuk meringankan beban mereka di masa-masa sulit seperti sekarang," katanya.

Karyanto berharap, bantuan atau infak tersebut bisa meringankan beban rakyat Palestina. Dia juga berharap, ke depan krisis di Palestina bisa segera berakhir, sehingga mereka bisa menjalankan kehidupan dengan aman, tentram, dan damai.

"Infak yang disalurkan merupakan kumpulan dari manajemen dan karyawan Danone Indonesia yang berjumlah 13 ribu orang. InsyaAllah infak akan terus berjalan oleh teman-teman Karisma atau Karyawan Islam Danone Indonesia. Semoga ke depan lebih banyak lagi," ujarnya.

Terkait penyaluran infak melalui Baznas, dia mengungkapkan, lembaga filantropi tersebut sudah teruji dan terpercaya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke masyarakat. Karenanya, Danone Indonesia tak ragu memilih Baznas sebagai mitra.

"Kami melihat Baznas secara lembaga yang sangat kredibel yang tentunya kami percaya Baznas akan menyalurkan infak atau bantuan kami sebagaimana mestinya ke Palestina," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement