Sabtu 11 Nov 2023 08:14 WIB

Kemenkumham Jabar Kumpulkan Donasi untuk Palestina Capai Rp 200 Juta

Pegawai Kemenkumham berkomitmen bantu Palestina.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Erdy Nasrul
Kepala Kakanwil Kemenkumham Jabar Andika Dwi Prasetya.
Foto: M Fauzi Ridwan/Republika
Kepala Kakanwil Kemenkumham Jabar Andika Dwi Prasetya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat telah mengumpulkan donasi untuk negara Palestina mencapai Rp 198.270.700 di hari pahlawan nasional ke 78, Jumat (10/11/2023) kemarin. Donasi tersebut berasal dari para pegawai Kemenkumham Jabar.

Kepala Kemenkumham Jabar Andika Dwi Prasetya mengatakan donasi untuk negara Palestina dilakukan oleh seluruh pegawai di hari pahlawan nasional ke 78. Ia mengatakan momen hari pahlawan harus menyadarkan masyarakat tentang tanggung jawab menjaga kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga

"Penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina dari seluruh pegawai Kemenkumham Jabar total donasi Rp 198.270.700," ucap dia melalui keterangan resmi yang diterima, Sabtu (11/11/2023).

Selain penggalangan dana, telah dilakukan bakti sosial untuk masyarakat dan veteran. Termasuk doa bersama seluruh jajaran pegawai melibatkan pesantren.

"Peringatan hari pahlawan menyadarkan kita tentang tanggung jawab dalam membangun kemerdekaan negara Indonesia yang diwarisi para pendahulu kita," kata dia.

Andika mengatakan donasi tersebut selanjutnya akan disalurkan untuk negara Palestina.

Sebelumnya, jumlah warga Palestina di Jalur Gaza yang terbunuh dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menembus 11.078 ribu jiwa. Sebanyak 4.500 di antaranya merupakan anak-anak.

"Para korban (meninggal) termasuk 4.506 anak-anak, 3.027 perempuan, dan 678 orang lanjut usia. Sementara 27.490 orang terluka,” ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Qudra pada konferensi pers Jumat (10/11/2023) lalu, dikutip dari Anadolu Agency.

Dia menambahkan, sebanyak 2.700 orang, termasuk 1.500 anak-anak, juga dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang rata akibat serangan Israel. “Agresi Israel juga telah menyebabkan 198 petugas medis tewas dan 53 ambulans hancur,” ujar Al-Qudra.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement