Ahad 22 Oct 2023 19:59 WIB

DMC DD: Banyak Pesantren tak Miliki Titik Kumpul Evakuasi

Mitigasi perlu diperkenalkan kepada para santri agar siap hadapi bencana.

Rep: Rossi Handayani / Red: Gita Amanda
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menemukan banyak pesantren yang tidak memiliki titik kumpul evakuasi jika terjadi bencana. (ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menemukan banyak pesantren yang tidak memiliki titik kumpul evakuasi jika terjadi bencana. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Filantropi, Dompet Dhuafa menggelar Jantara (Jambore Santri Nusantara) dalam rangka memperingati hari Santri Nasional, yang dimulai pada Jumat (20/10/2023) hingga Ahad (22/10/2023) di Lido, Sukabumi, Jawa. Para santri diberikan pembekalan dan pelatihan dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Dari sini, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menemukan banyak pesantren yang tidak memiliki titik kumpul evakuasi jika terjadi bencana.

"Selain edukasi peta risiko bencana, bagaimana kalau ada bencana evakusi kemana, hampir semua pesantren tidak ada titik kumpul," kata Manager of Humanitarian Academy DMC Dompet Dhuafa Achmad Lukman di Sukabumi pada Ahad.

Achmad mengatakan, kegiatan Jantara diikuti oleh 43 Pondok Pesantren dengan 245 santri setingkat SMP-SMA dari Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sementara para santri datang dari berbagai daerah mulai dari Aceh, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan lainnya. 

"Peta risiko sudah dibuat minta diperbaiki dengan Ustaz sehingga pengaturan bukan hanya diketahui santri tapi oleh pesantren. Di Jantara kami memberikan Santri Tanggap Bencana (Trigana)," kata Achmad. 

 

Achmad mengungkapkan, Jantara digelar untuk memperingati Hari Santri kemudian juga dilakukan lomba kretivitas serta pengenalan mitigasi bencana di Pesantren. Dia mengatakan, mitigasi perlu diperkenalkan kepada para santri karena kemungkinan ke depan mereka akan menghadapi bencana.

"Ada ancaman terkait bencana contohnya longsor, dampak dan kesiapsiagaan, edukasi kepada para santri apa itu bencana agar santri mengenal apa itu berisiko bencana atau tidak. Ketika para santri itu mengenal maka santri dapat menyelamatkan diri secara mandiri, mengurangi korban jiwa," kata Achmad.

Selain itu para ratusan santri ini mendapatkan ilmu mengenai literasi wakaf dalam perkembangannya di era saat ini.

"Jantara adalah salah satu uji coba kita mencoba keandalan dari sistem air bersih sanitasi dan sebagainya, Alhamdulillah bisa berjalan lancar," kata Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rahmat Riyadi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement