Rabu 27 Sep 2023 20:22 WIB

Di Gontor, Haji Syafruddin Ingatkan Bonus Demograsi Harus Disiapkan

Rektor Unida Prof Hamid Fahmi Zarkasyi mengapresiasi peran Lazis ASFA.

Haji Syafruddin memberikan pembekalan kepada penerima beasiswa kader pesantren yang sedang studi di Unida Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (26/9/2023).
Foto: Republika.co.id
Haji Syafruddin memberikan pembekalan kepada penerima beasiswa kader pesantren yang sedang studi di Unida Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (26/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO -- Ketua ASFA Foundation Komjen (Purn) Dr Syafruddin Kambo bersama Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Prof Dr Hamid Fahmi Zarkasyi memberikan pembekalan dan pengarahan kepada penerima beasiswa kader pesantren yang sedang studi di Unida Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (26/9/2023).

Di hadapan ratusan mahasiswa/i program sarjana hingga doktor serta puluhan peserta Program Kaderisasi Ulama dari berbagai daerah di Indoneaia, Haji Syafruddin menegaskan kembali, bonus demografi harus disiapkan dengan baik.

Dia menekankan, pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan mengisi peran bangsa Indonesia mendatang. Menurut eks wakil kepala Polri tersebut, Lazis ASFA hadir dalam rangka ikut menyiapkan SDM berkualitas yang diharapkan mampu bersaing dengan tantangan global.

Haji Syafruddin juga menyatakan, Lazis ASFA berkomitmen ikut serta membangun bangsa Indonesia melalui pembangunan dan penguatan lembaga pendidikan. "Oleh karenanya, beasiswa yang diberikan oleh Lazis ASFA adalah berbasis pada penguatan kelembagaan," kata mantan menpan-RB tersebut.

Rektor Unida Prof Hamid Fahmi mengapresiasi peran Lazis ASFA yang nyata-nyata telah bergerak memberikan penguatan pada lembaga pendidikan. "Ada ratusan pesantren dan lembaga yang kadernya dibiayai oleh Lazis ASFA di Unida Gontor, ini menandakan keseriusan dalam pengembangan dan percepatan SDM," kata Prof Hamid.

Hadir dalam pertemuan tersebut para kiai ponpes di Indonesia. Antara lain, KH Zulkifli Muhadli (NTB), KH Sofwan Manaf (Jakarta), KH Tata Taufiq (Kuningan Jabar), KH Anang Rikza (Batang), KH Rosyidin (Nganjuk), KH Makinuddin (Oku Timur), dan KH Abdul Rouf Maemon (Rembang).

Ada pula KH Akhomadhien Sofa (Brebes), KH Yapono (Maluku), KH Najib (Pabelan), KH Anang Azhari, KH Ikhwan Hadiyin, KH Sulaiman Effendi (Banten), KH Zuheiri (Muntilan), KH Sahid Markum (Medan), KH Imam Bajuri (Ponorogo), KH Hendi Suhendi (Cirebon), KH Anas (Halmahera), dan KH Daniar Siahaan (Kaltim).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement