Senin 28 Aug 2023 17:00 WIB

Pemprov Kaltim Bantu Pembangunan Asrama Pesantren Rp 20,3 M

Pesantren merupakan tempat generasi penerus bangsa dididik.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor tiba di Kompleks Istana Kepresidenan jelang konferensi pers Presiden Joko Widodo terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor tiba di Kompleks Istana Kepresidenan jelang konferensi pers Presiden Joko Widodo terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Pemerintah Provinsi Kalimantan membantu pembangunan Asrama Darul Falah Pondok Pesantren Hidayatullah di Samarinda dengan nilai proyek pekerjaan Rp 20,3 miliar.

Gubernur Kaltim Isran Noor menegaskan pemerintah selalu memperhatikan dan peduli dengan kondisi serta keinginan masyarakatnya, apalagi untuk kepentingan umat.

Baca Juga

"Pemerintah terus membantu pembangunan rumah ibadah dan sarana lainnya dengan nilai yang besar namun proporsional," kata Isran Noor saat melakukan pemancangan tiang Pembangunan Asrama Darul Falah Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Perjuangan Sempaja Selatan Samarinda, Ahad (28/8/2023).

Pemancangan tiang pertama asrama tersebut dihadiri dan Pemimpin Umum Hidayatullah, Anggota Pembina Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah Balikpapan, Badan Pengurus Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah Balikpapan, Ketua DPW Hidayatullah Kaltim, dan Ketua DPD Hidayatullah Samarinda.

Isran menegaskan, masyarakat Kaltim sangat heterogen karena memiliki warga yang sangat kompleks dengan keberagaman suku, adat dan agama.

Gubernur berharap Pondok Pesantren Hidayatullah menjadi motor semangat dan motivasi bagaimana membentuk generasi yang sebaik-baiknya dalam Islam, terutama dalam ilmu pengetahuan dan amaliah.

"Hidayatullah ini sebagai pelopor penerapan Alquran dan hadit serta interaksi ijma dan qiyas para ulama," katanya.

Terlebih, orang nomor satu Benua Etam ini mengakui Hidayatullah sebagai lembaga besar yang masif tidak saja di tanah air keberadaannya, tetapi hingga keluar negeri.

"Hidayatullah di Balikpapan itu pusatnya Hidayatullah Internasional, ada kegiatannya di Afrika Selatan selain seantero nusantara. Hidayatullah harus menjadi motornya dalam bidang ilmu keagamaan," ujarnya.

Ustadzah Ani Chaerani, (penerima manfaat Asrama Darul Falah), menyampaikan apresiasi dan terimakasih mereka atas perhatian dan bantuan Gubernur Isran Noor membangunkan asrama untuk santriwati Popes Hidayatullah.

"Asrama yang saat ini sejak tiga tahun lalu dihuni 120 santri bersama pengasuh yang berasal dari daerah-daerah pelosok dan pedalaman Kaltim, telah menamatkan angkatan pertama pada Juni lalu," katanya.

Ia mengatakan kehadiran Gubernur Isran Noor di Popes Hidayatullah Samarinda, telah memberikan harapan besar bagi santri-santri putri dan pengasuh akan mendapatkan fasilitas yang sangat memadai untuk mereka.

Kepala Dinas PUPR Pera Aji Muhammad Fitra Firnanda menyebutkan, konsultan perencana CV Arori Teknika (swadaya yayasan) dengan kontraktor pelaksana tahap satu CV Alirazka Mandiri dan nilai kontrak Rp2,399 miliar serta konsultan supervisi PT Super Tehnik Pratama nilai kontrak Rp300,67 juta.

Pekerjaan fisik tahap satu terdiri pekerjaan tanah urugan, pekerjaan struktur lantai satu, pemancangan (pilecap P1) 156 titik dan pilecap P2 ada 6 titik, kolom pedestal 58 titik, slof (tie beam) keseluruhan lantai satu, pilecap P1 di 52 titik serta pilecap P2 ada 6 titik.

"Rencana anggaran keseluruhan Rp20,3 miliar dan pekerjaan tahap satu tuntas dengan alokasi Rp2,399 miliar, sehingga sisa anggaran yang diperlukan untuk tahap selanjutnya sekitar Rp17,9 miliar," katanya.

Asrama direncanakan dibangun tiga lantai dengan luas bangunan 2.592 M2. Dimana lantai satu terdiri 7 ruang, 10 kamar mandi dan 4 WC, 2 ruang pengasuh dan 2 WC. Lantai 2 dan 3, terdiri 20 rang, dan 20 kamar mandi plus 8 WC.

Para hadirin dalam kegiatan ini adalah Ketua Yayasan Hidayatullah Ustadz Hizbullah Abdullah Said, Kepala Dinas Sosial Andi Muhammad Ishak, Anggota TGUP3 Kaltim Dr Ibrahim, para ustaz dan ustazah, para santri-santriwati Popes Hidayatullah Samarinda.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement