Kamis 17 Aug 2023 18:14 WIB

Tingkatkan Kesehatan Pengungsi Palestina, Baznas Beri Bantuan Pengelolaan Mobile Clinic

Mobile Clinic disalurkan kepada penyintas pengungsi Palestina di 15 titik kamp.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), dan Jordan Medical Aid For Palestinians (JMAP) berupa peningkatan layanan kesehatan gratis bagi Pengungsi Palestina di Kamp Pengungsian Yordania melalui penyaluran dan pengelolaan Mobile Clinic.
Foto: Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), dan Jordan Medical Aid For Palestinians (JMAP) berupa peningkatan layanan kesehatan gratis bagi Pengungsi Palestina di Kamp Pengungsian Yordania melalui penyaluran dan pengelolaan Mobile Clinic.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), dan Jordan Medical Aid For Palestinians (JMAP) berupa peningkatan layanan kesehatan gratis bagi Pengungsi Palestina di Kamp Pengungsian Yordania melalui penyaluran dan pengelolaan Mobile Clinic.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut diselenggarakan secara hybrid dan disiarkan melalui kanal YouTube Baznas TV, Rabu (16/8/2023). 

Baca Juga

Turut hadir Wakil Ketua Baznas RI Mo Mahdum, Duta Besar Indonesia untuk Jordan Ade Padmo Sarwono, Sekretaris Jenderal JHCO Hussein Al Shebli, Direktur Eksekutif JMAP Maha Al Saqqa, Pimpinan Baznas RI Zainulbahar Noor, Nur Chamdani, serta Deputi II Baznas RI HM Imdadun Rahmat.

Program pemberian dana operasional Mobile Clinic selama dua tahun ini akan disalurkan kepada penyintas pengungsi warga Palestina di 15 titik kamp di Yordania, dengan total bantuan senilai Rp 2,1 miliar. "Semoga kegiatan yang kita laksanakan hari ini dan kegiatan-kegiatan dalam rangka membantu pengungsi Palestina, meringankan derita saudara-saudara kita semoga menjadi amal bagi kita semua," ujar Wakil Ketua Baznas RI Mo Mahdum. 

Mo Mahdum menyampaikan, derita yang dialami oleh masyarakat Palestina juga merupakan derita bagi umat Muslim Indonesia. "Kami mohon doa dari semua agar Baznas selalu dapat dipercaya, semakin banyak dana yang dikelola sehingga kami dapat terus memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina dan kepada masyarakat muslim dunia yang membutuhkan. Semoga dengan adanya MoU ini kerja sama Indonesia dengan Palestina, Yordania dapat semakin erat dan menumbuhkan cinta kasih kita terhadap sesama," ujarnya. 

Duta Besar Indonesia untuk Jordan Drs Ade Padmo Sarwono, mengapresiasi atas kerja sama yang dilakukan Baznas, JHCO, dan JMAP untuk membantu masyarakat Palestina dalam kerja sama berupa bantuan kesehatan.

"Bantuan ini juga merefleksikan dukungan masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Palestina. Sejak tahun 2019 kami mencatat bahwa pemerintah dan masyarakat Indonesia telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina kira-kira senilai lebih dari 5 juta dolar AS, baik yang berada di Palestina maupun di pengungsian Yordania," ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JHCO Dr Hussein Al Shebli dan juga Direktur Eksekutif JMAP Mrs Maha Al Saqqa mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan bantuan medis yang diberikan untuk membantu pengungsi Palestina di kamp-kamp Yordania. 

"Kita berada di sini, di hari yang sangat istimewa ini menjadi kebanggaan kami di JHCO dalam kemitraannya dengan Baznas yang semakin erat dan terus menerus berlanjut karena dampak yang nyata yang kami lihat pada pengungsi Palestina selama beberapa tahun terakhir dan melalui operasionalnya pada proyek kesehatan dan bantuan di kamp-kamp pengungsi Palestina di Yordania," ujar Sekretaris Jenderal JHCO Dr Hussein Al Shebli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement