Kamis 13 Apr 2023 10:09 WIB

Respons Pendeta Hindu India, Waketum MUI: Siapa pun Ingin Rebut Kabah akan Binasa 

Waketum MUI mengingatkan janji Allah SWT atas orang yang ingin hancurkan Kabah

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
Waketum MUI, Buya Anwar Abbas, mengingatkan janji Allah SWT atas orang yang ingin hancurkan Kabah
Foto: Republika TV/Mauhammad Rizki Triyana
Waketum MUI, Buya Anwar Abbas, mengingatkan janji Allah SWT atas orang yang ingin hancurkan Kabah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dunia maya media sosial kembali ramai dengan video seorang pendeta Hindutva yang mengajak pengikutnya untuk merebut Kabah. Dalam video itu, sang pendeta menyampaikan keinginan untuk membuat bangsa Hindu yang mendunia. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, mempersilakan sang pendeta untuk melanjutkan rencananya. 

Baca Juga

Dia percaya, siapa saja yang memiliki tujuan menghancurkan Kabah  akan meninggal dunia sebelum bisa mewujudkannya.

"Kalau bagi saya, sesuai dengan keyakinan pribadi saya, ya silahkan saja. Karena saya yakin, sebelum yang bersangkutan bisa mewujudkan rencana dan tujuannya tersebut, insya Allah dia sudah mati terlebih dahulu. Kalau tidak percaya, silahkan saja yang bersangkutan mencobanya," kata dia dalam pesan teks yang diterima Republika.co.id, Kamis (13/4/2023). 

Dia menyebut pendapatnya ini bukanlah tanpa alasan. Sebab, dalam sejarah sudah ada tokoh bernama Abrahah yang juga memiliki keinginan sama dengan pendeta Hindutva asal India Yati Narsinghanand ini. 

Bahkan, Abarahah tidak sekadar bicara tetapi sudah menggerakkan pasukannya menuju Makkah. Pasukan yang dia bawa bahkan sudah berada dalam posisi beberapa kilometer saja lagi dari bangunan Kabah tersebut. 

"Lalu apa yang terjadi? Sebelum dia dan tentara bergajahnya sampai di tujuan, mereka telah diserang oleh sekumpulan burung ababil yang menjatuhkan batu-batu kecil kepada mereka," lanjut Anwar Abbas. 

Baca juga: 6 Fakta Seputar Saddam Hussein yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Anti Israel  

Setelah terkena batu-batu kecil dari sijjil tersebut, Abrahah dan pasukannya langsung terkena penyakit. Keadaan mereka menjadi sangat menyedihkan, karena mereka mati dalam keadaan badannya seperti daun di makan ulat. 

Peristiwa itu disebut terjadi sekitar masa kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekitar tahun 571 Masehi. Kisah tentang penyerangan Abrahah terhadap Kabah  itu oleh Allah SWT disebutkan dalam kitab suci Alquran, di surat yang berjudul al-Fiil (tentara bergajah). 

"Untuk itu, kalau yang bersangkutan memang ingin melakukannya dan tidak hanya sekedar bicara seperti yang sudah dilakukan oleh Abrahah tersebut, ya silahkan saja. Karena saya yakin dan percaya, yang namanya Kabah  atau baitullah itu dijaga oleh Allah SWT," ujar dia.

Dia pun menyebut tidak mengetahui nantinya dalam menghadapi mereka apakah Allah SWT juga akan mengirim kembali burung ababil atau burung- burung lain untuk menyerang mereka, atau menggerakkan hati umat Islam sedunia untuk menangkisnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement