Kamis 02 Mar 2023 04:25 WIB

MER-C Desak Kekerasan Terhadap Warga Palestina Dihentikan

Seorang warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Warga Palestina membantu seorang pemuda yang terluka dalam bentrokan dengan pemukim Israel di Desa Burin yang terletak di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 25 Februari 2023. MER-C Desak Kekerasan Terhadap Warga Palestina Dihentikan
Foto: Xinhua/Nidal Eshtayeh
Warga Palestina membantu seorang pemuda yang terluka dalam bentrokan dengan pemukim Israel di Desa Burin yang terletak di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, pada 25 Februari 2023. MER-C Desak Kekerasan Terhadap Warga Palestina Dihentikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengecam aksi penyerangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina, di Huwara, Nablus, Tepi Barat pada Ahad (26/2/2023).

Penyerangan yang disertai pembakaran rumah-rumah, mobil serta properti warga Palestina di wilayah tersebut telah menyebabkan seorang warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga

"Kami terus mengamati perkembangan situasi di Palestina, baik Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Kami mengecam penyerangan dan tindakan kekerasan yang masih terus dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina tanpa mengindahkan hukum-hukum internasional," kata Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad kepada Republika.co.id, Rabu (1/3/2023).

Sarbini mengatakan, bahkan penyerangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina dilindungi oleh aparat keamanan Israel dan pemerintahan mereka.

Sarbini meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk memberikan sanksi tegas terhadap Israel. DK PBB diminta menekan pemerintah Israel agar dapat menjaga kondusivitas bagi warga Palestina dari teror pemukim Israel.

“Kita semua warga dunia yang cinta terhadap perdamaian dan kemanusiaan harus terus mengawal dan menyuarakan hal ini hingga Israel menghentikan aksi brutalnya terhadap warga Palestina yang akhir-akhir ini terus meningkat," ujar Sarbini.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Palestina sedang dijajah oleh Israel. Semenjak penjajahan oleh Israel dimulai, wilayah Palestina semakin berkurang dan terus mengecil. Bahkan aktivits warga Palestina mulai dibatasi oleh Israel. Warga Palestina yang dianggap menganggu proses pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel ditangkap dan dipenjara.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement