Selasa 31 Jan 2023 18:06 WIB

Sambil Berseloroh, Gus Baha: Jangan Haji Bersama Istri

Gus Baha menyebutkan haji merupakan ibadah yang unik

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Kiai Bahaudin Nursalim yang populer dipanggil Gus Baha. Gus Baha menyebutkan haji merupakan ibadah yang unik
Foto: Tangkapan layar
Kiai Bahaudin Nursalim yang populer dipanggil Gus Baha. Gus Baha menyebutkan haji merupakan ibadah yang unik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Rembang Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang biasa disapa Gus Baha menyampaikan keunikan tentang ibadah haji. 

Keunikan haji ada ketika laki-laki dan perempuan berkumpul untuk melaksanakan tawaf, di mana dalam melaksanakan tawaf, perempuan tidak boleh bercadar atau wajib memperlihatkan wajahnya. 

Baca Juga

"Haji itu unik. Normalnya perempuan dalam Mazhab Syafii itu cadaran (bercadar). Tetapi (dalam) haji justru perempuan itu tidak boleh menutup wajah. Orang (perempuan) bertemu laki-laki malah aturannya nggak boleh menutup wajah. Orang ihram itu perempuan boleh nggak menutup wajah? Nggak boleh," jelasnya dikutip dari video ceramah di kanal youtube Catur Luhur, Selasa (31/1/2023). 

Gus Baha menjelaskan, tawaf ibadah wajib bagi laki laki dan perempuan dan pada akhirnya, saat tawaf itu, laki-laki dan perempuan berkumpul. 

 

Karena itu, dia menuturkan, tidak ada ibadah yang berkumpul antara laki-laki dan perempuan seperti haji. Berbeda dengan ibadah sholat, yang antara laki-laki dan perempuan diberi pembatas. 

"Ibadah diperintahkan khusyuk, tetapi (dalam) haji, laki-laki dan perempuan itu pasti berkumpul. Sesholeh-sholehnya orang, harus kumpul, karena harus ke Kabah," tuturnya. 

Dalam kondisi itulah, Gus Baha memaparkan, laki-laki yang melaksanakan ibadah haji diuji dengan wajah-wajah cantik para perempuan yang berasal dari negara lain. 

Gus Baha kemudian menceritakan temannya yang saat haji berusaha mencium Hajar Aswad. Namun saat hendak mencium hajar aswad, ada perempuan Pakistan cantik yang juga ingin mencium. 

"'Gus, saya hampir kecelakaan'. Dia berusaha mencium Hajar Aswad. Pas mau mencium, pas perempuan Pakistan cantik mencium. 'Kalau saya mencium, tidak kena batu'. (Inilah) Tuhan kalau menguji orang pas di Hajar Aswad," ujar Gus Baha, menirukan cerita temannya. 

Menurut Gus Baha, orang yang beribadah haji akan mendapat ujian yang berat. "Potensi mencium itu ya di dalam ibadah haji. Potensi mengeluh punya istri tidak cantik ya di dalam haji. Maka kesunnahan orang Indonesia jangan haji bersama istri," ucap sambil berkelakar. 

Baca juga: Putuskan Bersyahadat, Mualaf JJC Skillz Artis Inggris: Islam Memberi Saya Kedamaian 

Gus Baha melanjutkan ceritanya tentang temannya yang lain saat berhaji. Teman tersebut menangis, lalu ditanya oleh Gus Baha mengapa dia menangis. Orang itu menjelaskan bahwa dia baru pertama kalinya sholat di belakang bokong perempuan dan itu terjadi Masjidil Haram. 

"Itu karena laki-laki dan perempuan jadi satu. Crowded. Kalau umroh mungkin tidak terlalu crowded. Nah kalau musim haji, kadang ketika sujud ya di bokongnya perempuan. kadang pas cantik, kalau pas jelek tidak terlalu mengeluh. Mengapa itu terjadi? Tidak terjadi gimana? Semua wajib tawaf, laki-laki dan perempuan wajib tawaf dan Kabah di tengah. Mau apa coba? Kadang sebelum tawaf, sholat. Setelah tawaf, sholat. Akhirnya crowded," katanya. 

Gus Baha lantas mengingatkan, haji kalau ingin diterima maka jangan melakukan kefasikan. Allah SWT berfirman: 

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi.  Siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (QS Al-Baqarah ayat 197)   

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement