Selasa 24 Jan 2023 08:48 WIB

Imam Masjid di Istanbul Memasak Bagi 600 Keluarga yang Membutuhkan

Masjid juga membagikan roti gratis kepada ratusan orang di pagi hari setiap hari.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Seorang imam masjid di distrik Fatih, Istanbul, Turki Metin Kacar memasak untuk orang yang membutuhkan usai melakukan tugasnya sebagai imam masjid. Imam Masjid di Istanbul Memasak Bagi 600 Keluarga yang Membutuhkan
Foto: AA Photo
Seorang imam masjid di distrik Fatih, Istanbul, Turki Metin Kacar memasak untuk orang yang membutuhkan usai melakukan tugasnya sebagai imam masjid. Imam Masjid di Istanbul Memasak Bagi 600 Keluarga yang Membutuhkan

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Seorang imam masjid di distrik Fatih, Istanbul, Turki memasak untuk sekitar 100 anak muda dan mengawasi distribusi bantuan makanan dan pakaian kepada yang membutuhkan di lingkungan itu. Seperti dilansir Daily Sabah, Selasa (24/1/2023), Metin Kacar adalah seorang imam Masjid Hurrem Cavus yang dibangun pada abad ke-16 oleh master arsitek Ottoman Mimar Sinan.

Kacar telah menjadi imam di masjid selama 26 tahun terakhir dan dengan senang hati memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Salah satu proyek inspirasional Kaçlcar adalah Pasar Uhuvvet (Pasar Persaudaraan) dan toko pakaian yang terletak di dalam halaman masjid.

Baca Juga

Di tempat itu ia mendistribusikan komoditas penting kepada yang membutuhkan. Orang miskin dan melarat di lingkungan sekitar biasanya mengunjungi masjid secara rutin untuk mengumpulkan bahan makanan pokok. Masjid juga membagikan roti gratis kepada ratusan orang di pagi hari setiap hari.

 

 

Metin Kacar yang berusia 60 tahun itu mengatakan telah berusaha menjangkau orang-orang yang membutuhkan sejak dia berusia 19 tahun. Ini melampaui tugas resminya sebagai imam masjid. Memperhatikan dia ingin mengubah persepsi masjid hanyalah tempat ibadah, Kacar mengatakan dia ingin memastikan masjid menyatukan orang-orang yang membutuhkan dan orang-orang yang ingin membantu.

 

Misalnya, otoritas masjid telah meminta masyarakat menyumbangkan pakaian bekas mereka untuk proyek cuci dan setrika untuk membuat orang yang membutuhkan tersenyum. Ini memungkinkan mereka untuk menyumbangkan pakaian, sepatu, selimut, dan lainnya. Sebanyak 600 keluarga miskin di lingkungan sekitar mendapat manfaat dari proyek masjid.

 

“Kami mengunjungi rumah secara teratur dan mengetahui di mana orang sakit, terbaring di tempat tidur, dan orang cacat tinggal,” katanya. 

 

Ia menambahkan ia dan timnya memastikan sumbangan tidak terbuang sia-sia. Ia melanjutkan dengan mengatakan mereka harus berhenti mendaftar lebih banyak orang setelah keluarga ke-600 karena mereka tidak mampu membeli lebih banyak.

 

Selain donasi, Imam Kacar menyingsingkan lengan bajunya setelah sholat untuk memasak bagi pemuda tetangga, biasanya membuat tiga masakan berbeda. “Memasak dengan senang hati. Saya mengenakan celemek setelah selesai dengan tugas masjid saya dan memasak tiga hidangan berbeda untuk setidaknya 40 hingga 50 pemuda, kadang-kadang bahkan 80 hingga 100,” kata Kacar.

 

Ia menambahkan mereka dapat menyewa juru masak tetapi dia ingin menjadi bagian dari proses dan meninggalkan kesan di kalangan anak muda. “Hidup ada di dalam masjid, masjid ada di dalam kehidupan,” katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement