Rabu 04 Jan 2023 14:53 WIB

Diduga Ada 20 Orang Pengikut Aliran Bab Kesucian di Kabupaten Gowa

Sudah ada rapat dengan instansi terkait untuk merespon Aliran Bab Kesucian.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy nasrun
Aliran sesat (ilustrasi)
Foto: Republika/Mardiah
Aliran sesat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa, Ustaz Tajuddin, menyampaikan, berdasarkan laporan intel diduga ada sekitar 20 santri pengikut aliran Bab Kesucian. Namun, ia menegaskan, MUI Gowa masih dalam proses melakukan klarifikasi dan dialog untuk mengetahui lebih jauh tentang aliran Bab Kesucian yang viral di media sosial.

Ustaz Tajuddin mengatakan, di Kabupaten Gowa sudah ada rapat dengan instansi terkait untuk merespon aliran Bab Kesucian yang viral di media sosial. Berdasarkan temuan yang didapat, semua instansi terkait akan kembali melakukan survei langsung terkait aliran Bab Kesucian.

"(Survei) lagi untuk melakukan dialog dengan pimpinannya (yang diduga aliran Bab Kesucian), apakah yang ramai di media sosial itu betul adanya atau seperti bagaimana," kata Ustaz Tajuddin saat dihubungi Republika, Rabu (4/1/2023)

Ustaz Tajuddin mengatakan, informasinya masih simpang siur, ada yang mengatakan pusat aliran Bab Kesucian ada di Batam, ada juga yang mengatakan di Sumatera. Kemudian pindah ke Kabupaten Gowa.

"Di Gowa, mengakunya itu santrinya (yang diguga aliran Bab Kesucian) ada sekitar 20 orang, ada santrinya, ngakunya sebagai tahfidz di situ, dari pengakuan-pengakuan ini kita mau klarifikasi kebenarannya," ujarnya.

Ustaz Tajuddin menyampaikan, MUI Kabupaten Gowa belum mengeluarkan pernyataan sesat atau tidaknya aliran Bab Kesucian. Tapi ada pertanyaan dari masyarakat yang dijawab oleh MUI Provinsi Sulawesi Selatan terkait aliran Bab Kesucian.

Ia menceritakan, awalnya ada pertanyaan dari masyarakat tentang aliran yang disebut Bab Kesucian, kemudian MUI Provinsi Sulawesi Selatan menjawab, kalau yang ditanyakan masyarakat itu benar adanya, maka itu pasti sesat.

"Itu semua yang mau kita klarifikasi kebenarannya, kita ajak berdialog dengan kita dan pemerintah setempat di Kabupaten Gowa ini, karena saya dengar dia (yang diduga pemeluk aliran Bab Kesucian) siap dibina kalau dia salah," jelas Ustaz Tajuddin.

Mengenai yang ada di Gowa adalah pengajar atau pimpinan aliran Bab Kesucian, Ustaz Tajuddin belum mengetahui secara pasti. Tapi kalau lokasi yang diduga tempat aliran Bab Kesucian sudah diketahui dan ada bangunannya yang cukup besar. Santrinya berdasarkan laporan dari intel ada sekitar 20 orang lebih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement