Ahad 30 Oct 2022 13:45 WIB

Liga Arab Kutuk Rencana Pemukiman Israel

Rencana pemukiman Israel dikutuk Liga Arab.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Pengunjuk rasa Palestina melarikan diri dari gas air mata selama bentrokan dengan pasukan Israel menyusul demonstrasi menentang serangan udara Israel di Jalur Gaza, dekat pemukiman Yahudi Tepi Barat Beit El, Sabtu, 6 Agustus 2022.
Foto: AP/Majdi Mohammed
Pengunjuk rasa Palestina melarikan diri dari gas air mata selama bentrokan dengan pasukan Israel menyusul demonstrasi menentang serangan udara Israel di Jalur Gaza, dekat pemukiman Yahudi Tepi Barat Beit El, Sabtu, 6 Agustus 2022.

REPUBLIKA.CO.ID,ALGIERS — Sekretariat Jenderal Liga Arab pada Jumat (28/10/2022) menegaskan penolakannya terhadap semua rencana pemukiman Israel. Mereka juga mengutuk apa yang digambarkannya sebagai pencaplokan wilayah Palestina. 

Menandai ulang tahun ke-66 pembantaian Kafr Qassem, liga dalam sebuah pernyataan menyatakan solidaritas dengan rakyat Palestina dalam “menghadapi dan menggulingkan skema kolonial untuk memulihkan dan melaksanakan hak-hak nasional mereka yang tidak dapat dicabut, dan membangun negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.” 

Baca Juga

Pembantaian itu dilakukan oleh polisi perbatasan Israel pada tahun 1956 terhadap orang-orang Kafr Qassem dan desa-desa Arab di dekatnya, setelah seorang komandan Israel mengeluarkan perintah untuk menembak ratusan penduduk ketika mereka kembali dari kerja. Israel mengklaim bahwa mereka telah melanggar jam malam.

Liga Arab juga meminta PBB, terutama Dewan Keamanan, untuk mengambil sikap tegas terhadap pembunuhan Israel dan untuk menghadapi kebijakan pemukiman Israel, lapor Kantor Berita Kuwait (KUNA). 

Dilansir dari Arab News, Ahad (30/10/2022), Sekretariat Jenderal mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan pencegahan untuk menghentikan pelanggaran dan melindungi rakyat Palestina di tanah air mereka. 

Menurut pernyataan itu, liga menekankan perlunya memaksa pendudukan Israel untuk menerapkan resolusi internasional yang relevan, dan bekerja menuju solusi dua negara yang komprehensif dan adil sesuai dengan resolusi internasional dan inisiatif perdamaian Arab.

Sumber:

https://www.arabnews.com/node/2190216/middle-east

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement